Berita

PWA Jawa Tengah Selenggarakan Pembekalan Ideopolitor, Samakan Visi dan Persepsi

PWA Jawa Tengah

Semarang, Suara ‘AisyiyahSebanyak 272 peserta yang terdiri dari 11 Pimpinan Harian dan 175 BPP Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah serta 70 dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Jawa Tengah mengikuti Pembekalan Ideopolitor. Kegiatan berlangsung di BBPMP Srondol Semarang, pada Sabtu-Ahad (2-3/9).

Ketua Steering Committee, Lintal Muna menjelaskan bahwa pembekalan Ideopolitor ini ditujukan untuk memperkuat dan memantapkan arah gerak organisasi. Dari kegiatan, masing-masing pimpinan diharapkan dapat mengaktualisasikan materi yang sudah diberikan.

“Sehingga dengan adanya pelatihan ini dari wilayah maupun dari daerah itu akan lebih mantap, akan lebih semangat untuk mengaktualisasikannya, baik itu ideologi Muhammadiyah-‘Aisyiyah dan perangkatnya, juga tentang organisasi ‘Aisyiyah itu bagaimana; dan bagaimana tentang politik yang saat ini. Tahun 2024 adalah merupakan tahun politik, sehingga akan lebih memahami perpolitikan yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Indikator materi Ideopolitor ini terkait dengan bagaimana visi misi ‘Aisyiyah di abad kedua, tentang visi tabligh dan ketarjihan yang terkait dengan perempuan, tentang Risalah Perempuan Berkemajuan untuk pimpinan ‘Aisyiyah ke depan, dan peran ‘Aisyiyah di tingkat nasional sampai ke tingkat global.

Baca Juga: Sembilan Prinsip Kaderisasi Digital

Acara pembekalan Ideopolitor ini dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Wahyudi. Ia mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh PWA Jawa Tengah ini. Menjelang Pemilu 2024, menurut dia, semua pimpinan harus punya visi dan persepsi yang sama dalam menggerakkan roda organisasi, apalagi mengingat perempuan seringkali menjadi objek atau bahkan korban politik.

“Maka di sinilah ‘Aisyiyah kita bekali. Dan saya sangat sepakat dengan pembekalan semacam ini, sehingga ‘Aisyiyah akan memahami bagaimana peta perpolitikan dan kira-kira calon yang memiliki sama dengan Muhammadiyah; visi Muhammadiyah‘Aisyiyah itu yang bagaimana. Inilah sebenarnya yang perlu kemudian kita berpihak ke sana,” jelasnya.

Wahyudi lantas mengingatkan pentingnya ‘Aisyiyah melakukan sinergi program kerja. Dengan Idiopolitor ini, ia berharap akan ada sinergi, sehingga visi tujuan Muhammadiyah-‘Aisyiyah akan bisa dicapai secara cepat dan menghasilkan hal-hal yang juga berkualitas. (sugiharko)-sb

Related posts
Berita

Aisyiyah Jateng Siapkan Relawan untuk Pendampingan Hukum Lewat Pelatihan Paralegal di Wonosobo

Wonosobo, Suara ‘Aisyiyah – ‘Aisyiyah Jawa Tengah melalui LBH Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Paralegal  di…
Berita

PDA Kudus Menangkan 2 Lomba pada Milad Aisyiyah Ke-107

Semarang, Suara ‘Aisyiyah – Ahad (24/6), bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang diadakan acara Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-107 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah…
Berita

Penguatan Ideologi Muhammadiyah, MPKSDI PDM Kabupaten Bekasi Adakan Pembinaan Ideopolitor

Bekasi, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideopolitor dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *