Ramadhan Momentum Meningkatkan Kualitas Family Time

Hikmah 16 Apr 2021 0 51x
Ramadhan 1442 H

Ramadhan 1442 H (foto: freepik)

Ramadhan selalu memberi nuansa yang berbeda dibandingkan dengan bulan lainnya. Selain sebagai bulan beribadah dan pembinaan ketakwaan, Ramadhan juga menjadi momentum untuk dapat meningkatkan kualitas kehangatan keluarga. Pada bulan-bulan inilah nilai-nilai kekeluargaan menjadi menguat. Selain itu, kesakinahan, mawaddah, dan rahmah dalam keluarga juga lebih dapat dirasakan. Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas family time.

***

Family Time merupakan waktu yang dihabiskan oleh seseorang untuk berinteraksi secara intens dengan anggota keluarga yang lain. Kesempatan ini akan membuat semua anggota keluarga lebih mengenal karakter yang berbeda antara satu dengan yang lain. Bulan Ramadhan juga dapat menjadi bulan pendidikan bagi keluarga dalam banyak aspek, baik aspek ilmiah maupun amaliah.

Di antara kegiatan pada bulan Ramadhan yang merupakan family time ialah sebagai berikut:

Pertama, sahur dan berbuka bersama. Dalam momen ini, orang tua dapat memberi pengertian kepada anak-anak mengenai tuntunan amalan sunnah, seperti mengakhirkan sahur dan mendahulukan berbuka. Baik sahur maupun berbuka, keduanya bisa dijadikan momen untuk membangun kebersamaan dan kerekatan keluarga.

Kedua, salat dan tadarus bersama. Pada bulan Ramadhan, keluarga dapat diajak merasakan nikmatnya kebersamaan dalam jamaah salat fardlu dan menjalankan qiyamul-lail (tarawih). Selain itu, keluarga akan kian harmonis jika dapat meluangkan waktu untuk berkumpul menunaikan program tadarus bersama. Apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini, salat berjamaah, baik salat fardu (termasuk salat Jum‘at) maupun salat qiyam Ramadan (tarawih), dianjurkan untuk dilakukan di rumah masing-masing.

Ketiga, menyambut lailatul-qadar. Anak-anak memang memerlukan waktu tidur yang cukup, tetapi tidak ada salahnya jika mereka dikenalkan dengan pentingnya ibadah pada sepuluh malam terakhir. Kenalkan pula kepada mereka bagaimana suka cita menyambut lailatul-qadar.

Keempat, bedtime story. Meskipun ada aktivitas tarawih, kegiatan membacakan kisah-kisah Islami, seperti sejarah Islam atau kisah para Nabi sebelum tidur tetap harus dilakukan, momentum ini bermanfaat untuk meneguhkan tauhid, kecintaan kepada Nabi, dan sarana memperdalam wawasan keislaman. (Ajeng, Sofia)

Tinggalkan Balasan