Wawasan

Read Aloud: Metode Efektif Tumbuhkan Minat Baca

Oleh: Hajar Nur S

Budaya membaca tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi membutuhkan proses untuk menumbuhkannya, dan itu dapat dimulai sejak dini. Saat anak di usia emas atau populer disebut golden age, anak memiliki kemampuan menyerap lebih cepat, sehingga efektif untuk mengenalkan dan menumbuhkan kesukaan anak pada aktivitas membaca. Bahkan aktivitas membacakan buku dapat dimulai sejak semester ke-3 kehamilan.

Salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca pada anak adalah dengan menggunakan metode Read Aloud atau membacakan buku dengan suara keras dan jelas. Metode membacakan buku pada anak yang diperkenalkan oleh Jim Trelese ini, dipandang sebagai metode mengajar membaca yang efektif bagi anak. Read Aloud membantu mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan membuat anak mencintai buku, hal mendasar yang dibutuhkan untuk menumbuhkan budaya membaca.

Manfaat Read Aloud

Aktivitas Read Aloud dipercaya memiliki banyak manfaat, mulai dari menumbuhkan minat baca hingga membangun kedekatan dengan orang tua. Pertama, menstimulasi otak anak. Membacakan buku pada anak dapat merangsang saraf di otak sehingga saling terhubung. Itu berarti akan mengoptimalkan perkembangan otak anak sehingga akan merangsang kecerdasan anak.

Kedua, melatih pendengaran dan kemampuan bicara. Saat anak mendengarkan cerita yang dibacakan dengan suara keras dan jelas, maka akan melatih kemampuan pendengaran anak. Anak juga akan belajar tentang bunyi, intonasi, dan ekspresi. Oleh karena itu disarankan untuk membacakan cerita dengan ekspresi dan memperhatikan tanda baca. Dari aktivitas membacakan buku yang kaya akan kosa kata, akan menambah koleksi kosa kata anak, serta menstimulasi kemampuan bicara anak.

Ketiga, melatih daya ingat dan rentang perhatian. Proses mendengarkan dan menyimak cerita yang dibacakan orang tua, pengasuh pengganti, maupun guru, dapat melatih daya ingat maupun rentang perhatian yang akan meningkatkan kemampuan konsentrasi anak. Kemampuan konsentrasi sangatlah penting untuk mendukung proses penyerapan pembelajaran pada anak.

Baca Juga: Merawat Komunitas Literasi

Keempat, memperluas pengetahuan dan merangsang imajinasi anak. Sebagaimana kegiatan membaca maupun mendongeng, membacakan buku pada anak khususnya buku cerita, akan merangsang imajinasi anak. Informasi yang terdapat dalam buku dan dibacakan pada anak juga dapat menambah pengetahuan anak sehingga anak akan memiliki wawasan yang luas.

Kelima, membangun kedekatan orang tua dengan anak. Saat orang tua membacakan cerita dan anak mendengarkan atau kemudian meresponsnya, merupakan momen berharga untuk membangun kedekatan orang tua dan anak. Kedekatan itu terbangun berkat anak menjadi terbiasa mendengar suara orang tuanya, adanya sentuhan langsung orang tua dan anak, dan meningkatnya interaksi anak dengan orang tua sehingga anak semakin merasa nyaman bersama orang tuanya.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas Read Aloud, namun perlu dicatat bahwa manfaat tersebut baru dapat dirasakan jika orang tua atau pengasuh pengganti mempraktikkannya secara berkelanjutan, bukan hanya sekali atau dua kali saja. Apalagi aktivitas tersebut dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, saat di rumah, di sekolah bersama guru, saat bepergian, hingga menjelang tidur.

Kebiasaan Menumbuhkan Minat Baca

Selain metode Read Aloud, menumbuhkan budaya baca juga dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa kebiasaan. Misalnya saja, jadilah tauladan bagi anak dalam membaca. Menumbuhkan budaya baca tidak cukup dengan meminta anak membaca, tetapi dengan melihat orang tua melakukan aktivitas membaca, maka anak akan memiliki pemahaman bahwa membaca merupakan bagian dari aktivitas keseharian yang dapat ia lakukan. Jadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan harian anak sehingga anak akan terbiasa membaca.

Selain itu, sediakan rak buku atau spot membaca buku untuk anak. Pada anak usia dini, akan sangat bagus jika model rak buku memungkinkan anak melihat langsung sampul buku dari depan. Letakkan rak buku di tempat strategis atau tempat lalu lalang anak, sehingga pandangan anak akan terpapar dengan gambar sampul buku. Dengan demikian, kita berharap anak tertarik membaca, lantas memilih dan mengambil sendiri buku yang akan dibaca sesuai dengan keinginannya. Kebiasaan tersebut, nantinya dapat menumbuhkan kemandirian anak, melatih kemampuannya mengambil keputusan, juga meningkatkan minat baca.

Alokasikan dana untuk membeli buku, bukan hanya membeli mainan maupun pakaian anak. Buku juga menjadi kebutuhan anak, khususnya kebutuhan intelektual atau asupan otak dan psikologis anak. Ajak anak berkunjung ke toko buku dan memilih buku yang ingin dibelinya. Membeli buku seusianya dan disukai anak sangat penting untuk meningkatkan keterhubungan buku dengan hal yang digemarinya, misalnya saja buku tentang kereta karena ia menyukai kereta.

Jangan putus asa jika anak belum juga menunjukkan minat baca seperti yang kita harapkan. Selama kita mengusahakan secara berkelanjutan agar anak terus terpapar buku, maka kesukaan membaca buku itu akan tiba di saat yang tepat. Jangan heran, jika saat itu datang, maka ia akan ‘melahap’ buku-buku tersebut sepuasnya.

Related posts
Berita

Anggota Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Berbagi Praktik Pengembangan Literasi

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – SMK Muhammadiyah 1 Jakarta melangsungkan workshop pelatihan menulis dengan menghadirkan narasumber Hendra Apriyadi. Hendra merupakan anggota Pimpinan Majelis…
Pendidikan

Perlunya Gerakan Seribu Taman Pustaka

Oleh: Affan Safani Adham Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ICT (information, communication, technology) begitu pesat. Setiap orang sangat familiar dengan…
Anak

Aplikasi Budaya Membaca dalam Keluarga di Era Merdeka Belajar

Oleh: Wakhidah Noor Agustina* Dalam pendidikan Islam sebenarnya konsep merdeka belajar sudah ada, bahkan sudah diterapkan. Hal ini terbukti dengan perintah Allah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *