Kesehatan

Recovery Pasca Stroke Bersama Fisioterapi

stroke

Oleh: Tri Laksono*

Stroke telah mencapai proporsi epidemik. Secara global, satu dari empat orang dewasa di atas usia 25 tahun berpeluang terserang penyakit ini dalam hidupnya (World Stroke Organization). Stroke terjadi akibat terhambatnya suplai darah dan oksigen pada sel otak dan merupakan salah satu penyebab kematian paling umum serta penyebab utama dari kelumpuhan dan kecacatan.

Penyebab dan Penanganan Pertama

Otak hanyalah 2% dari keseluruhan tubuh kita, akan tetapi menggunakan lebih dari 20% oksigen dalam darah. Oksigen menuju otak melalui sistem arteri. Arteri karotid memasok bagian otak depan, sedangkan arteri vertebra untuk bagian belakang. Keduanya terhubung satu sama lain, dan terdiri dari pembuluh darah yang lebih kecil atau pembuluh kapiler yang menghantarkan oksigen ke miliaran neuron yang ada di otak. Jika aliran darah terganggu, pengiriman oksigen terhenti, sel-sel otak akan rusak bahkan mati.

Hal tersebut dapat terjadi melalui dua cara. Pertama, stroke hemoragik, keadaan ketika pembuluh darah di otak pecah dan bocor. Kedua, stroke iskemik, tipe ini yang justru banyak terjadi, keadaan ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah hingga terhenti alirannya. Gumpalan darah ini, kadangkala, disebabkan oleh perubahan detak jantung mendadak yang mencegah ruang atas jantung berdenyut secara normal. Hal ini memperlambat aliran darah, yang memungkinkan bagi trombosit, faktor pembekuan darah, dan fibrin bersatu sehingga terbentuk gumpalan. Gumpalan darah dapat terbawa menuju arteri, menuju pembuluh darah yang memasok otak hingga sampai pada pembuluh darah yang kecil, sampai pada akhirnya menyumbat dan buntu. Reaksi ini disebut embolisme dan memotong suplai oksigen ke semua sel di hilir.

Baca Juga: Deteksi Dini Stroke

Otak tidak memiliki perasa sakit, jadi penyumbatan tersebut tidak dapat dirasakan. Tetapi kekurangan oksigen memperlambat fungsi otak dan dapat menghasilkan efek mendadak yang dapat dilihat reaksinya. Akhirnya, sel kekurangan oksigen dan mulai mati, sehingga menyebabkan kerusakan otak yang bisa saja bersifat parah atau permanen. Itulah alasan pentingnya mendapatkan penanganan medis secepatnya. Diawali dengan pemberian obat melalui intravena yang dapat memecah pembekuan darah dan membuat darah mengalir lagi di pembuluh darah yang bermasalah. Jika diberikan beberapa jam setelahnya, obat ini memperbesar kemungkinan untuk dapat menyembuhkan stroke dan mencegah keparahan. Tindakan medis lain, jika adanya kontraindikasi obat tersebut, maka prosedur pembedahan mungkin menjadi pilihan paramedis.

Deteksi Dini Stroke

Stroke dapat dideteksi lebih awal. Terdapat tiga cara mudah yang dapat dicoba. Pertama, minta yang bersangkutan untuk tersenyum, mulut yang mencong atau wajah yang tidak simetris antara kanan dan kiri dapat mengindikasikan kelemahan otot. Kedua, minta untuk mengangkat tangan. Jika badan lunglai dan tidak dapat menahan tangan selama sepuluh detik, maka hal tersebut juga dapat menandakan terjadinya stroke.

Ketiga, minta untuk mengulangi satu kata atau frasa sederhana. Jika suara tidak jelas atau aneh, bisa berarti bagian fungsi bicara di otak kekurangan oksigen. Tes ini disebut dengan FAST (Face, Arm, Speech), dan huruf T adalah singkatan dari Time (waktu). Jika melihat tanda-tanda tersebut berarti waktunya segera hubungi layanan kesehatan terdekat. Penangangan medis secara cepat dapat menyelamatkan penderita.

Konsekuensi Akibat Stroke

Otak adalah organ yang sangat kompleks yang mengontrol berbagai fungsi tubuh. Jika stroke terjadi dan aliran darah tidak dapat mencapai daerah otak yang mengontrol fungsi tubuh tertentu, bagian tubuh tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya, jika terkena di bagian otak yang berfungsi untuk berbicara, maka ucapan seseorang akan terganggu. Efek stroke tergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi obstruksi dan seberapa banyak jaringan otak yang terpengaruh.

Namun, karena satu sisi otak mengendalikan sisi tubuh yang berlawanan, stroke yang menyerang satu sisi di otak akan mengakibatkan komplikasi neurologis pada sisi tubuh yang dipengaruhinya. Misalnya jika stroke terjadi di otak sebelah kiri maka akan terjadi komplikasi neurologis di tubuh bagian kanan.

Setiap stroke adalah unik, tetapi stroke cenderung mempengaruhi seseorang dengan cara yang umum, seperti gangguan sensoris atau sensibilitas, gangguan motoris yang meliputi kelemahan bahkan kekakuan otot pada anggota gerak di sisi yang terpengaruh, kemudian gangguan kognitif seperti menurunnya atensi, pemahaman, dan ingatan. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup pasien stroke.

Fisioterapi Pasca Stroke

Gangguan keseimbangan banyak terjadi pada individu pasca-stroke. Biasanya karena kombinasi dari kontrol motorik tungkai dan tubuh yang berkurang, serta adanya perubahan sensasi, sehingga salah memahami postur dalam kaitannya dengan fungsi tegak. Gangguan keseimbangan sering menyebabkan berkurangnya kepercayaan diri, meningkatkan risiko jatuh, dan penurunan mobilitas. Jika penurunan mobilitas terjadi setelah stroke, aktivitas individu menjadi terbatas, tinggal di rumah, dan terisolasi dari masyarakat.

Oleh sebab itu, prioritas tertinggi bagi banyak orang dengan keterbatasan mobilitas pasca-stroke adalah dapat berjalan secara mandiri. Bagian ini berfokus pada program latihan dan peralatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berjalan. Intervensi fisioterapi harus memiliki intensitas yang cukup dengan fokus pada perkembangan gerak, tugas spesifik, dan tantangan untuk meningkatkan hasil yang ingin diraih.

Baca Juga: Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes

Intervensi fisioterapi dapat mencakup latihan penguatan untuk kaki, latihan berjalan, dan pelatihan treadmill dengan dan tanpa penyangga berat badan. Selain itu, program fisioterapi juga berorientasi untuk memberikan stimulus ke otak, baik sensoris maupun motoris, sehingga otak akan dapat beradaptasi secara struktur dan fungsi untuk menggantikan bagian neuron yang rusak.

Hal ini akan meningkatkan kinerja sistem sensorik dan motorik individu pasca-stroke. Proses adaptasi ini biasa disebut dengan neuroplastisitas. Program fisioterapi sedini mungkin penting bagi individu pasca-stroke untuk membantu mengoptimalkan fungsi tubuh, mempelajari kembali aktivitas motorik seperti berjalan, duduk, berdiri, proses perpindahan dari satu jenis gerakan ke gerakan lainnya, serta meningkatkan kualitas hidup. Sehingga penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Pencegahan Risiko Stroke

Jika pernah mengalami stroke di masa lalu, penting untuk mengurangi risiko stroke kedua. Otak membantu individu pulih dari stroke dengan memanfaatkan sistem tubuh yang melakukan tugas ganda. Itu berarti stroke kedua bisa dua kali lebih buruk.

Kabar baiknya, hingga 80 persen stroke dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi), menurunkan kadar kolesterol dan lemak jenuh dalam diet, berhenti menggunakan tembakau atau merokok, mengelola kadar gula dalam darah, menjaga berat badan ideal, makan makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran, dan berolahraga secara teratur atau melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang setidaknya selama 150-300 menit setiap minggunya. Namun penting untuk mengkonsultasikan program aktivitas fisik dan segala keluhan terkait gerak dan fungsi ke fisioterapis kepercayaan.

*Dosen Prodi Fisioterapi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Ketua Perhimpunan Fisioterapi Neurologi Indonesia, Cabang DIY.

Related posts
Berita

MKM Unmuha Gelar Seminar Kesehatan Masyarakat Digital

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) tahun akademik 2022-2023 mengadakan seminar current issue, Sabtu (7/1)….
Kebijakan Politik

Setiap Warga Berhak Mendapatkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas

Oleh: Tri Hastuti Salah satu indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan manusia (Human Development Index) dalam sebuah negara adalah derajat tingkat kesehatannya,…
Berita

Sinergi RS PKU Muhammadiyah Tegal dan PRM Lebeteng, Berikan Layanan Pengobatan Gratis untuk Warga

Tegal, Suara ‘Aisyiyah – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kabupaten Tegal bersinergi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lebeteng mengadakan rangkaian agenda semarak Muktamar…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *