Berita

Refleksi Milad 109, Muhammadiyah Jateng Tegaskan Peran Muhammadiyah untuk Bangsa

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah Sabtu (20/11), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-109 Tahun. Refleksi Milad kali ini mengangkat tema “Berkhidmat Sampai Akhir Hayat”. Adapun perhelatan Refleksi Milad ini, PWM Jawa Tengah selenggarakan di Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hadir secara luring dalam Refleksi Milad 109 ini Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah Marpuji Ali, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Sofyan Anif.

Adapun Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir secara luring melalui video conference.

Baca Juga: Penampilan Serambi Bagelen Awali Rangkaian Kegiatan Refleksi Milad 109 Muhammadiyah Jawa Tengah

Rektor UMS sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Muktamar dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada perhelatan Milad kali ini memperlihatkan komitmen Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19.

“Tema tersebut menjadi peneguhan dan komitmen Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya dalam sambutan.

Ketua PWM Jawa Tengah yang turut hadir menyampaikan, berkhidmat Sampai Akhir Hayat, tema yang diambil sebagai bentuk refleksi dan kontemplasi untuk mengenang para pemimpin kita, teman kita, saudara kita yang telah mendahului kita pada saat Covid-19 melanda”.

Hal ini diamini oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melalui sambungan video conference, bahwa Muhammadiyah mempunyai andil yang besar dalam membantu pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19.

“Tanpa hadirnya Muhammadiyah, pemerintah akan lebih lama dalam mengatasi pandemi ini,” ucapnya dalam sambutan. Ia menambahkan, “sudah seyogyanya kita meneruskan apa yang telah dimulai oleh KH. Ahmad Dahlan. Sengkuyung bebarengan untuk kemakmuran negri ini.”

Kemudian setelah sesi sambutan, Abdul Mu’ti berkesempatan memberikan refleksi atas Milad Muhammadiyah ke 109 ini. Ia menyampaikan bahwa momentum milad kali ini merupakan momentum untuk melakukan muhasabah, mudzakarah, dan munadharah.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, paling tidak terdapat delapan nilau utama yang bisa kita ambil sebagai ibrah. Pertama, nilai ketauhidan untuk kemanusiaan. Kedua, nilai pemuliaan manusia. Ketiga, nilai persaudaraan dan kebersamaan. Keempat, nilai kasih sayang. Kelima, nilai tengahan atau moderat. Keenam, nilai kesungguhan berusaha. Ketujuh, nilai keilmuan atau ilmiah. Kedelapan, nilai kemajuan. (humas/sb)

Related posts
Berita

Abdul Mu’ti Ajak Warga Muhammadiyah Sikapi Pemilu 2024 dengan Arif dan Bijaksana

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP Muhammadiyah mengawali Pengajian Umum tahun 2024 dengan mengusung tema “Muhammadiyah dan Pemilu 2024”. Pengajian yang berlangsung secara…
Sosial Budaya

Adaptasi Teknologi Muhammadiyah: Catatan dari Gen Z

Oleh: Avra Abida El Ravi Lahir dan besar di keluarga Muhammadiyah tidak lantas membuat seseorang merasa dirinya adalah kader Muhammadiyah. Ini dialami…
Berita

Sambut Indonesia Emas 2045, MPKSDI PP Muhammadiyah Akan Siapkan Kader Terbaik

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Tantangan yang dihadapi Muhammadiyah dahulu, saat ini, dan masa depan tentu berbeda dan berubah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *