Rektor Uhamka: Mahasiswa Harus Mampu Hadapi Masa Depan yang Penuh Ketidakpastian

Berita 22 Sep 2021 0 47x

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Sebanyak 3.774 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka) tahun akademik 2021-2022 mengikuti Pekan Taaruf (PETA) atau masa perkenalan yang berlangsung mulai tanggal 20-23 September 2021. Kegiatan ini penting untuk membina ukhuwah Islamiyah dan mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa.

“Ini hal yang sangat penting dilalui oleh seluruh mahasiswa baru. Melalui proses pengenalan kehidupan kampus akan memastikan mereka memahami dengan baik bagaimana kehidupan civitas akademika di kampus Islam terbaik di Jakarta ini,” kata Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro, Senin (20/9).

Kegiatan intensif ini juga untuk menanamkan nilai-nilai dan semangat juang yang harus dimiliki seorang mahasiswa, agar berintegritas dan peduli terhadap sesama. Mahasiswa baru pada (PETA) ini juga dibekali motivasi agar menjadi generasi muda terbaik yang menanamkan misi risalah kenabian atau sering disebut dengan profetik.

“Yakni panggilan untuk memperjuangkan humanisme, nahi munkar, dan transendensi atau beriman kepada Allah swt., serta membawa misi menerapkan gerakan yang dibawa oleh asulullah saw., yaitu Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Gunawan.

Baca Juga: Muhammadiyah-Aisyiyah Harus Memainkan Peran sebagai Digital Disruptor

Ia melanjutkan, semua mahasiswa Uhamka juga harus mampu menghadapi realitas global dan memiliki bekal yang cukup menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Caranya adalah dengan membakali diri dengan kemampuan teknologi informasi untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks.

“Hal ini membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan yang mumpuni, namun harus berdasarkan akal sehat dan hati yang suci sesuai dengan petunjuk yang pasti, yaitu al-Quran dan sunnah Nabi,” katanya lagi.

Oleh karena itu, misi dan visi dari risalah kenabian yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. harus dijadikan referensi hidup dalam setiap aktivitas catur dharma perguruan tinggi, juga dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pinsip-prinsip Muhammadiyah. (abdul latif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *