Berita

Resmi, PWA Kalimantan Barat Kini Punya Posbakum

Pelantikan Posbakum PWA Kalbar

Pelantikan Posbakum PWA KalbarPontianak, Suara ‘Aisyiyah – Jumat (29/10), bertempat di Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat melaksanakan peresmian dan sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ‘Aisyiyah. Peresmian ini merupakan tindak lanjut dari hasil Muktamar ‘Aisyiyah tahun 2015.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang tinggi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang disampaikan langsung oleh Ketua PWM Kalimantan Barat, yaitu Pabalimusa. Ia berharap, adanya Posbakum ‘Aisyiyah ini dapat memberikan manfaat dan bantuan untuk masyarakat pada umumnya dan para perempuan serta anak pada khususnya. Tak lupa, ia juga berharap ada sinergi kegiatan antara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PWM Kalimantan Barat dengan Posbakum ‘Aisyiyah agar semua masalah yang berada di masyarakat bisa diringankan dan diberi solusinya.

Baca Juga: Perceraian di Luar Sidang Pengadilan

Kegiatan ini diresmikan oleh Ketua PWA Kalimantan Barat, yaitu Wagiyem. Ia berpesan agar para pimpinan Posbakum “menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, karena perempuan sangatlah berpengaruh besar dalam perubahan, sehingga kita harus mulai mengedukasi dan memberikan kesadaran hukum buat para perempuan dan anak”.

Selain itu, Suryani sebagai Ketua Posbakum menyampaikan bahwa dengan berdirinya Posbakum ini, berarti PWA Kalimantan Barat mempunyai wadah untuk membantu dan mendampingi para perempuan dan anak yang mendapatkan masalah hukum. Dalam hal ini, Posbakum akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik litigasi maupun non-litigasi.

Posbakum PWA Kalimantan Barat sudah mempunyai 2 (dua) pengacara handal, yaitu Ansari dan Fajrin. Keduanya adalah dekan dari Fakultas Hukum dan Dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak. “Dengan adanya 2 (dua) pengacara handal tersebut, kami yakin akan menambah kebaikan dan menambah jangkauan dakwah Pimpianan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat, khususnya di bidang hukum,” terangnya. (ima/sb)

Related posts
Sejarah

Muktamar Ke-37 Yogyakarta, Muktamar Pertama Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah

‘Aisyiyah berdiri pada 27 Rajab 1335 H atau bertepatan dengan 19 Mei 1917 M. Nama ‘Aisyiyah bermakna pengikut ‘Aisyah, istri Nabi Muhammad…
Tokoh

Andi Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama Perguruan Tinggi Islam Negeri Itu adalah Kader Aisyiyah

Andi Rasdiyanah lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 14 Februari 1935. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika ia…
Berita

Cerahkan Peradaban Bangsa, RSIJ Cempaka Putih dan Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Semiloknas

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah-‘Aisyiyah melalui Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, MPKU PP Muhammadiyah, dan RSIJ Cempaka Putih mengadakan kegiatan Seminar dan Lokakarya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.