Respon Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Atas Meningkatnya Persebaran Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita 31 Des 2020 0 175x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyelenggarakan konferensi pers dalam rangka merespon peningkatan persebaran Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Rabu (30/12) melalui forum daring Zoom.

Memperhatikan situasi di masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta terkait wabah Covid-19 yang setiap harinya masih mengalami peningkatan, pembatasan sosial yang kurang efektif, serta angka rasio positif di DIY dalam beberapa terakhir lebih dari 20% yang dimana angka tersebut melebihi ambang batas dalam standar WHO sebesar 5% yang mengindikasikan bahwa penularan belum terkendali.

Selain itu, rasio keterpakaian kamar perawatan (Bed Occupancy Rate) untuk pasien Covid-19 di DIY semakin meningkat, sehingga pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan secara terang-terangan dan terbuka meminta agar DIY melakukan intervensi secara khusus.

“Data-data tersebut membuktikan harus adanya bukti atau Tindakan yang nyata atas sikap pemerintah dalam menanggapi pandemic Covid-19 ini,” ungkap Azman Latif selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

Menyikapi semua hal tersebut maka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah mengimbau dan meminta kepada Pemerintah DIY, pemerintah Kabupaten/Kota di DIY, serta masyarakat luas untuk melakukan pembatasan sosial, membatasi mobilitas masyarakat keluar-masuk DIY secara tegas dan efektif. Jika memang diperlukan Pemerintah DIY dapat menerapkan karantina wilaya (Lock down).

“Implikasi dari PSBB tentunya berbeda dengan karantina, kalau karantina pemerintah seharusnya bertanggung jawab untuk biaya kehidupan masyarakat,” ungkap Suwandi Danu Subroto selaku Ketua LHKP PWM DIY.

Himbauan selanjutnya PWM mengharapkan kepada pemerintah agar tempat-tempat wisata ditutup, melarang segala bentuk kerumunan massa di tempat umum, dan menegakkan protokol kesehatan dengan pengerahan SDM secara optimal.

“Kondisi Covid-19 di DIY semakin parah, sehingga pernyataan ini merupakan wujud desakan agar pemerintah melakukan upaya dalam pergerakan manusia agar lebih tegas,” ucap Bachtiar Dwi Kurniawan selaku bagian dari LHKP PWM DIY.

Secara khusus LHKP PWM DIY meminta kepada warga Muhammadiyah untuk menjadi pelopor dan teladan dalam mengurangi penyebaran wabah, di samping itu warga Muhammadiyah harus tetap terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang terkena dampak dari pandemic Covid-19 ini. (Tami)

Tinggalkan Balasan