Berita

Respons Krisis Kemanusiaan di Palestina, MDMC PP Muhammadiyah Berada di Tenda Kerja Sama IHA

MDMC-Palestina

Jakarta, Suara ‘AisyiyahMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah mengecam tindakan Israel yang menyerang masyarakat sipil, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan perumahan di Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama 15 lembaga kemanusiaan lainnya yang tergabung dalam Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) di Jakarta pada Kamis (2/11).

Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) merupakan organisasi yang menaungi lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk bersama mengatasi dampak dari krisis global. Dalam konferensi pers bertajuk “Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) untuk Palestina” itu, MDMC PP Muhammadiyah diwakili oleh Tri Yunanto Arliono dari Bidang Emergency Medical Team (EMT).

Tri menyebutkan bahwa MDMC PP Muhammadiyah mendapatkan dukungan penuh dari Lazismu. “Kurang lebih ada sekitar 10 miliar uang yang dialokasikan untuk aksi kemanusiaan ini. Donasi yang dihimpun oleh Lazismu itu nanti akan dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti paket keluarga, tenda, pakaian, dan kebutuhan pangan,” terangnya.

Baca Juga: Perempuan-Perempuan Palestina

Selanjutnya, Budi Setiawan selaku Ketua MDMC PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa urusan mitigasi krisis kemanusiaan di Palestina adalah persoalan yang kompleks sebab ada aturan-aturan luar negeri yang cukup rumit dan kompleks yang harus diselenggarakan. Oleh karena itu, lembaga atau organisasi perlu membangun kerja sama untuk merespons isu-isu kemanusiaan ini dengan berbagai pihak yang terkait.

“Dalam merespons krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, kita berkomitmen dengan bekerja sama di bawah naungan Indonesian Humanitarian Alliance (IHA). Selain itu, kita juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Kemenlu RI. Sebab, dalam konteks ini, ada persoalan-persoalan politik luar negeri yang juga harus diperbincangkan,” ujarnya.

Pungkasan, Budi berpesan kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Muhammadiyah, untuk tetap jernih memandang persoalan yang terjadi di Palestina ini. Khususnya terkait isu-isu multikulturalisme, politik golongan, maupun antaragama yang dapat memecah belah persatuan.

“Pada zaman open information ini, kita harus bijak melihat pemberitaan di dunia maya. Apalagi dengan adanya isu-isu ekstrimis, teroris, dan lainnya. Terutama dalam konteks ini kita harus bersepakat bahwa tindakan peperangan adalah hal yang tidak baik untuk keberlangsungan hidup kita semua,” tutupnya. (MDMC/Rama)-sb

Related posts
Sejarah

Pelajaran Berharga dari Nakba 1948

Oleh: Hajriyanto Y. Thohari* Beberapa tahun setelah Deklarasi Balfour tahun 1917 terjadilah pemandangan yang menarik di Palestina: setiap minggu ada beberapa kapal…
Sejarah

Refleksi Hari Tanah Palestina

Oleh: Nurul Subhi Ramadhani* Masjid Al Aqsa merupakan satu dari tiga masjid suci umat Muslim yang memiliki berbagai nilai sejarah. Dahulu masjid…
Berita

MDMC Segera Hadirkan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial di Tingkat Lanjut

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pelatihan Layanan Dukungan Psiksosial (LDP) oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) akan berlanjut ke level yang lebih lanjut…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *