RS PKU Muhammadiyah Bantul, Siaga Hadapi Ancaman Covid-19

Berita 1 Mar 2020 0 344x

Bantul, Suara ‘Aisyiyah- “WHO telah menaikkan status wabah virus corona ke level siaga tertinggi,” disadur dari CNN pada Sabtu 29 Februari 2020. Untuk itu, PKU Muhammadiyah Bantul adakan Geladi Penanganan Covid-19 pada Sabtu (29/2), bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Bidang P2P Dinas Kesehatan Bantul, Puskesmas Bantul 2, Puskesmas Bantul 1 beserta tim Surveilencenya dan BPBD Kab Bantul di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Hal ini dikarenakan Kementerian Kesehatan mendorong pelayanan kesehatan untuk melakukan kesiapan menghadapi ancaman Covid-19.

RS PKU Muhammadiyah Bantul adakan Geladi Penanganan Covid-19

Sebagai Rumah Sakit Siaga Bencana, RS PKU Muhamamdiyah Bantul perlu menyiapkan antisipasi dini penyebaran Covid-19. Budi Santoso, Direktur Geladi Penanganan Covid-19 menjelaskan, kesiapan dan kesiapsiagaan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di RS, sembari menguji sistem penanganan darurat bencana, serta mengetahui pola koordinasi dengan Pemerintah melalui dinas kesehatan, puskesmas dan BPBD.

“Kegiatan ini merupakan kewajiban moral bagi RS PKU Muhammadiyah Bantul sebagai Amal usaha Muhamamdiyah,” ungkap, Danang Prabowo Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Bantul. Ia mengaku, RS PKU Muhamadiyah Bantul harus siap memberikan pertolongan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Disamping itu, sebagai bagian dari mitra strategis pemerintah, RS PKU Muhammadiyah Bantul berperan sebagai leading sektor dalam penanganan kasus kasus kegawat darauratan dan kebencanaan medis.

RS PKU Bantul, Siaga Hadapi Ancaman Covid-19

Geladi yang diikuti oleh seluruh unit pelayanan di RS PKU Bantul ini, dilakukan sesuai dengan sistem penanganan darurat bencana. Bertindak sebagai IC adalah Direktur Pelayanan Medik Umam, dan Bidang P2P Dinkes Bantul sebagai evaluator penanganan geladi. Dengan geladi ini, harapannya masyarakat tidak terlalu cemas karena pelayanan kesehatan kini sudah lebih siap. Disamping itu, RS dapat menilai sejauhmana kesiapan menghadapi ancaman tersebut, terakhir dinas kesehatan agar dapat menilai sistem penanganan yang telah ditetapkan dapat dilakukan oleh Pelayanan kesehatan di wilayahnya. (Umam, Direktur Pelayanan Medik) .

Leave a Reply