Rumah Pintar Matahari Bagikan Suplemen dan Masker kepada Warga Kampung 1001 Malam

Berita 25 Okt 2021 0 104x

Surabaya, Suara ‘Aisyiyah – Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak binaannya, Rumah Pintar Matahari (RPM) yang merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya membagikan 50 suplemen, masker, snack, dan minuman kemasan, Sabtu (23/10).

Penanggungjawab pembinaan anak-anak Rumah Pintar Matahari, Endarwati Choiriah menjelaskan, dirinya bersama lima relawan RPM datang ke Musala Al-Amin kampung 1001 Malam dengan membawa 50 suplemen, masker, snack, dan minuman kemasan untuk dibagikan ke warga kampung tersebut.

“Setelah pembinaan anak-anak kampung 1001 malam hafalan surat-surat pendek juz 30, kami bagikan 50 suplemen, masker, snack, dan minuman kemasan agar mereka lebih bersemangat lagi hafalannya,” ungkap Endarwati.

“Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada dr. Zuhro yang telah mendonasikan 50 suplemen dan masker untuk kami bagikan kepada anak-anak dan warga kampung 1001 malam,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, kampung ini berada di sebuah lahan yang terisolir, tepatnya di pinggiran sungai Kali Anak Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya, karena aksesnya terputus akibat adanya jalan tol.

Baca Juga: Metamorfosis Desa Miskin Menuju Unggul

Sampai saat ini, sudah terdapat kurang lebih 175 Kepala Keluarga (KK) yang menetap di kampung ini dengan jumlah sekitar 400 an jiwa.

Jumlah anak usia sekolah 150-an, untuk usia PAUD sampai SD sekitar 95-an anak, selebihnya usia SMP dan SMA dan tidak semua anak bisa bersekolah, bahkan masih ada yang buta huruf.

Sedangkan untuk mata pencaharian, rata-rata sehari-harinya warga Kampung 1001 Malam sebagai pemulung, pengemis, pengamen, kuli bangunan, tukang becak, dan buruh kasar.

“Mudah-mudahan sedikit bantuan suplemen, masker, masker, dan snack bisa membuat anak-anak binaan lebih bersemangat lagi untuk hafalan yang kita selenggarakan setiap sabtu sore dan kami bisa tetap istikamah membina anak-anak maupun warga kampung 1001 Malam supaya dakwah tetap berjalan,” harap Endarwati. (Yuda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *