Rumah Sakit dan Ruang Isolasi Penuh, Begini Langkah Isolasi Mandiri yang Baik dan Benar

Gaya Hidup Info Sehat 21 Jun 2021 0 117x
Covid 19

Covid 19

Beberapa waktu terakhir, angka kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan. Per 20 Juni 2021, kasus baru di Indonesia mencapai angka 13.737. Tingginya angka kasus tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di beberapa Rumah Sakit dan Shelter untuk isolasi.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari kasus di berbagai daerah Indonesia. Kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta (5.582), disusul Jawa Tengah (2.195), Jawa Barat (2.009), Jawa Timur (739), DI Yogyakarta (665), kemudian daerah-daerah lain.

Baca Juga: Muhammadiyah Tegaskan Konsisten Jihad Melawan Covid-19

Situasi tersebut mengundang keprihatinan banyak pihak, mulai dari elite pemerintahan, tokoh keagamaan, pimpinan organisasi massa, termasuk tenaga kesehatan yang menjadi benteng terakhir penanganan Covid-19. Masyarakat luas diminta untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu, dan apabila keluar rumah dianjurkan selalu taat protokol kesehatan.

Isolasi Mandiri

Salah satu tenaga kesehatan yang giat mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah Muslim Kasim. Ia merupakan dokter spesialis THT yang aktif mengedukasi masyarakat melalui jejaring media sosial, terutama Instagram.

Melalui akun @dr.muslimkasim, ia menyampaikan langkah-langkah isolasi mandiri yang baik dan benar. Langkah ini berguna untuk menahan laju persebaran virus bagi seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan.

Berikut langkah-langkahnya:

– Usahakan di rumah ada ruang khusus terpisah yang berventilasi baik

– Melakukan aktifitas di kamar saja. Hindari aktifitas luar kamar, apalagi luar rumah

– Tetap jaga protokol kesehatan (3M)

– Gunakan masker saat keluar kamar dan saat harus berinteraksi dengan anggota keluarga lain

– Jaga kebutuhan nutrisi dengan makanan bergizi

– Gunakan alat-alat makan/minum dan alat-alat mandi sendiri yang terpisah

– Pastikan istirahan cukup dengan tidur 8 jam sehari

– Berjemur sekitar 15 menit pada pagi hari (antara jam 7-9 pagi)

– Hindari stres dan tetap kerjakan hobi selama isolasi mandiri

– Olahraga ringan 15 menit sehari

– Minum obat-obatan hanya dari dokter

– Ukur suku badan dan saturasi oksigen pagi dan sore

– Laporkan perkembangan kondisi terakhir ke puskesmas/dokter

– Bila gejala memburuk (demam bertambah tinggi, batuk memberat, muncul sesak, sulit makan/minum, badan semakin lemas/lemah), segera ke Rumah Sakit

Jaga diri, jaga keluarga, jaga sesama. Semoga hal-hal baik selalu mengiringi kehidupan kita. (sb)

Tinggalkan Balasan