Salmah Orbayinah: Pengajian Ramadhan sebagai Momen Peneguhan Ideologi dan Penajaman Aktualisasi Gerakan Praksis ‘Aisyiyah

Berita 23 Apr 2021 3 58x
Salmah Orbayinah-Pengajian Ramadhan PP 'Aisyiyah

Salmah Orbayinah-Pengajian Ramadhan PP ‘Aisyiyah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pengajian Ramadhan 1442 H Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah resmi dibuka. Pengajian yang diselenggarakan secara daring ini akan berlangsung pada tanggal 23-24 April 2021 M atau bertepatan dengan tanggal 11-12 Ramadhan 1442 H.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Salmah Orbayinah menyampaikan bahwa kelahiran ‘Aisyiyah pada tahun 1917 merupakan manifestasi dari gagasan pembaharuan Muhammadiyah periode awal, terutama pemikiran berkemajuan Kiai Ahmad Dahlan. “Pada masa itu, peran perempuan di ranah publik sangat terbatas. ‘Aisyiyah membawa pembaharuan peran perempuan berbasis nilai keagamaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Salmah menjelaskan bahwa Islam sebenarnya sangat menghargai nilai dan peran perempuan. Perempuan oleh Islam ditempatkan dalam posisi yang mulia. Pandangan tersebut didasarkan pada dalil normatif dan historis, yang secara jelas, tegas, dan lugas memuliakan perempuan dan laki-laki tanpa diskriminasi, setara di hadapan Allah dalam mencari ilmu dan menjadi khalifah, menjadi pelangsung risalah dakwah Islam, menjadi cendekia dan aktivis di tengah kehidupan bermasyarakat, dan sebagainya.

Baca Juga

Titik Temu Kesetaraan Gender

Di tengah konstruk sosial pada waktu itu yang cenderung merendahkan derajat perempuan, Muhammadiyah telah memberi ruang bagi perempuan untuk menuntut ilmu, beramal saleh, dan berkiprah di ranah publik. Usaha tersebut dapat dibilang berhasil. Dalam lintasan sejarah ‘Aisyiyah, ungkap Salmah, Siti Munjiyah pernah menyampaikan orasi di hadapan peserta Kongres Perempuan Pertama. Di bawah tajuk “Derajat Perempuan”, Siti Munjiyah menyempaikan, “perempuan dan lelaki Islam itu masing-masing berhak berkemajuan dan berkesempurnaan, dan bahwasanya yang dikata kemajuan dan kesempurnaan ialah menurut hak batas-batasnya sendiri-sendiri”.

Selanjutnya, Salmah mengungkapkan bahwa selama satu abad lebih, ‘Aisyiyah tetap istikamah bergerak di jalan dakwah dan tajdid untuk mencerahkan umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. “Apa yang dilakukan ‘Aisyiyah selama ini merupakan perwujudan dari gerakan pencerahan. Dalam menjalankan misi tersebut, ‘Aisyiyah memerankan fungsi pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan kehidupan dalam mengaktualisasikan risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam,” ujarnya.

Baca Juga

Sejarah ‘Aisyiyah: Kelahiran Perempuan Muslim Berkemajuan

Pada waktu yang sama, jelas Salmah, ‘Aisyiyah juga mampu eksis di tengah arus sejarah karena kemampuannya dalam merespons dinamika zaman. Beragam problem, baik di ranah sosial, budaya, ekonomi, keagamaan, termasuk di tengah cepatnya arus digitalisasi yang seringkali bersifat disruptif menuntut ‘Aisyiyah untuk mengatasi problem-problem tersebut dengan semangat berkemajuan yang mengedepankan unsur wasathiyah.

Dalam kondisi itulah, menurut Salmah, Pengajian Ramadhan 1442 H PP ‘Aisyiyah ini menemukan momentumnya yang tepat. “Pengajian ini merupakan ikhtiar untuk melakukan peneguhan ideologi Muhammadiyah-‘Aisyiyah dan penajaman aktualisasi gerakan praksis ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Muslim berkemajuan,” pungkas Salmah. (sb)

3 thoughts on “Salmah Orbayinah: Pengajian Ramadhan sebagai Momen Peneguhan Ideologi dan Penajaman Aktualisasi Gerakan Praksis ‘Aisyiyah”

Tinggalkan Balasan