Berita

Salmah Orbayinah: Risalah Perempuan Berkemajuan Itu Dokumen Ideologi Aisyiyah yang Inklusif

Salmah Orbayinah

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahJumat (9/12), PP Muhammadiyah menggelar Pengajian Umum Muhammadiyah dengan tema “Energi Baru Pasca Muktamar”, Jumat (9/12). Pengajian itu menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, dan Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari sebagai narasumber.

Dalam pengantarnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa sudah waktunya bagi Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk mulai melaksanakan hasil keputusan Muktamar. Imbauan senada disampaikan oleh Salmah Orbayinah.

Perempuan yang kerap disapa Bayin itu mengingatkan bahwa warga Persyarikatan tidak boleh terlena dengan kesuksesan gelaran Muktamar 48. “Tidak boleh terlena. Sudah waktunya move on, bersama-sama melaksanakan amanat Muktamar yang sudah ditunggu oleh seluruh warga ‘Aisyiyah dan masyarakat umum,” ujarnya.

Muktamar ‘Aisyiyah 48 telah menghasilan berbagai keputusan dan dokumen organisasi, antara lain rancangan program PP ‘Aisyiyah periode 2022-2027, isu strategis, dan Risalah Perempuan Berkemajuan. Selain itu, ‘Aisyiyah juga merumuskan visi gerakan untuk lima tahun ke depan.

“Kita punya visi gerakan yang tidak berubah, yang juga merupakan hasil Muktamar Makassar lima tahun lalu, yaitu Islam Berkemajuan, Perempuan Berkemajuan, dan Gerakan Pencerahan,” ujar Bayin. Menurut dia, visi itulah yang menjadi pandangan ‘Aisyiyah dalam melakukan aksi/programnya.

Baca Juga: Pasca Muktamar 48, Muhammadiyah Usung Tagline Muhammadiyah Unggul Berkemajuan

Secara lebih spesifik, Bayin menjelaskan banyak tentang Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB). Lahirnya RPB ini, kata dia, didasarkan pada tiga sebab utama, yakni: (a) spirit berdirinya ‘Aisyiyah yang dilandasi pada nilai dasar Islam tentang kesetaraan dan kemajuan perempuan, (b) dinamika ‘Aisyiyah selama satu abad dalam konteks keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal, dan (c) kontekstualisasi pandangan ideologis ‘Aisyiyah tentang perempuan.

“Jadi sebenarnya RPB ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi melengkapi dokumen-dokumen tentang ideologi perempuan berkemajuan yang sudah ada sebelumnya, seperti Adabul Mar’ah fi Al-Islam, Fikih Perempuan, dan sebagainya,” terang Bayin.

Tidak kalah penting, Bayin berharap bahwa RPB ini dapat menjadi rujukan tentang bagaimana umat Islam memandang perempuan. “Risalah Perempuan Berkemajuan ini bukan hanya rujukan bagi warga ‘Aisyiyah saja, tetapi juga bisa menjadi sebuah rujukan bagi kaum perempuan,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia juga menyebut 7 (tujuh) karakter perempuan berkemajuan, yaitu iman dan takwa, taat beribadah, akhlak mulia, berpikir tajdid, bersikap wasathiyah, amaliah salehah, dan sikap inklusif.

Sebagai pungkasan, Bayin mengatakan, “semua perempuan berkemajuan ‘Aisyiyah harus punya kebutuhan untuk berprestasi, sehingga nanti insyaAllah program itu bisa berjalan dengan baik dalam rangka memajukan Indonesia, dan mencerahkan semesta”. (sb)

Related posts
Berita

107 Tahun Aisyiyah, Perkuat Komitmen Menjawab Berbagai Problem Kemanusiaan Semesta

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Mengusung tema “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” ‘Aisyiyah  akan memperingati miladnya yang ke-107 tahun pada 19 Mei…
Berita

Pendidikan Politik Perempuan Berkemajuan

Pekalongan, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka menjelang Pesta Demokrasi, Pilpres dan Legislatif yang Insyaallah akan berlangsung tanggal 14 Februari 2024 Pimpinan Daerah…
Berita

PDA Wonogiri Adakan Pengajian Umum

Wonogiri, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Pengajian Umum yang secara rutin diselenggarakan setiap tanggal 6 setiap bulannya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *