Berita

Sandiaga Uno Sebut Halal Entrepreneur sebagai Potensi Besar Perekonomian Indonesia

Bandung, Suara ‘AisyiyahMenurut data Dinas Kependudukan Catatan Sipil tahun 2022, terdapat 87% masyarakat muslim yang ada di Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor ekonomi syariah dan ekonomi berbasis halal. Hal ini disampaikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada acara Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah Ke-48. Acara ini diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Bandung pada Kamis (12/5).

Selain Sandiaga Uno yang hadir sebagai Keynote Speech, acara tersebut dihadiri pula oleh beberapa tokoh besar di Indonesia. Seminar dibuka langsung oleh Herry Suhardiyanto selaku Rektor UM Bandung dan Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah. Selain itu, hadir pula beberapa narasumber, yaitu Sahrul Gunawan, Nadratuzzaman Husen, Nurhati Subakat, dan Khaswar Syamsu.

Seminar dengan tema “Industri dan Pariwisata Halal: Peluang dan Tantangan” ini dibuka oleh Sandiaga yang menekankan bahwa masyarakat muslim Indonesia harus ber-fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mengambil potensi besar dalam sektor ekonomi dan pariwisata karena saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak sedunia.

“Saat ini banyak sekali masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ekonomi syariah atau ekonomi berbasis halal belum mainstream atau menjadi arus utama. Potensi tersebut perlu dikembangkan untuk menciptakan peluang kerja yang luas dan pada nantinya akan menjadi salah satu aktor utama dalam perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Ia memberikan sebuah data dari State of The Global Economy Report tahun 2021/2022 yang mencatat sebanyak 2,02 triliun USD dihabiskan oleh masyarakat global dan 1,9 triliun USD, di antaranya dihabiskan pada sektor industri halal dan syariah, seperti makanan, fashion, kosmetik, dan masih banyak lagi.

Dilanjut, ia menekankan bahwa wisata halal bukan maksud mensyariahkan tempat wisata, tetapi statusnya sebagai additional service bagi wisatawan agar lebih aman dan nyaman dalam berwisata. Dalam sebuah pantun ia menyampaikan sebuah pesan untuk masyarakat Indonesia. “Kita semua harus saling bersinergi. Bangkitkan halal entrepreneur agar semakin di depan,” ujar Sandiaga. (maudy)

Related posts
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Seminar Pra-Muktamar: Muhammadiyah Mulai Lirik Sektor Industri dan Pariwisata Halal

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah kembali menggelar Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah Ke-48, Kamis (12/5). Seminar yang dipandu oleh Universitas Muhammadiyah Bandung sebagai tuan…
Berita

Melihat Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Islam di Indonesia

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jika dipetakan, gerakan perempuan meliputi 3 (tiga) cakupan. Pertama, isu kepemimpinan perempuan era pra modern Islam, kolonial, kemerdekaan,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.