Saya Aisyiyah, Saya Baca Suara Aisyiyah

Berita 15 Okt 2021 0 80x

Bedah Editorial SAYogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Semangat yang menghubungkan antara Suara ‘Aisyiyah dari dahulu hingga sekarang adalah semangat literasi syiar Islam dan perempuan berkemajuan. Hal tersebut disampaikan Hajar Nur Setyowati selaku Pimpinan Redaksi Majalah Suara Aiyiyah pada acara Bedah Editorial Suara Aisyiyah dengan tema “95 Tahun Suara Aisyiyah, Meneguhkan Literasi Perempuan Berkemajuan” yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @aisyiyahpusat pada Jumat (14/10).

Menurut Hajar, Suara Aisyiyah memiliki tiga peran penting, yakni: (a) menjadi media komunikasi organisasi untuk menyebar gagasan, menyampaikan kebijakan, dan saling berbagi; (b) menjadi media literasi yang diberikan kepada banyak pihak, khususnya kaum perempuan, dan; (c) menjadi salah satu ciri khas dakwah Muhammadiyah mengenai syiar Islam berkemajuan dan perempuan berkemajuan.

Baca Juga: Suara Aisyiyah: Dari Kita untuk Kita

Lebih lanjut, Hajar menjelaskan bahwa Suara Aisyiyah mampu bertahan sebagai media gerakan perempuan yang eksis dalam pengembangan organisasi. Ia mengungkapkan, Suara ‘Aisyiyah juga menilai bahwa pengelolaan media sebagai bagian dari dakwah dan ibadah.

Menurut Hajar, mengelola media hingga usia 95 tahun bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak pasang surut perjalanan dalam mempertahankan eksistensi Suara Aisyiyah. Terbit pertama pada 1926, majalah Suara Aisyiyah mampu meluaskan pangsa pembacanya hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada akhir penjelasannya, Hajar menyampaikan pesan, khususnya warga ‘Aisyiyah untuk terus mendukung dan mencintai majalah Suara ‘Aisyiyah, ”Saya ‘Aisyiyah, saya baca Suara ‘Aisyiyah”. (silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *