Berita

SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, SD Aisyiyah Pertama di Kudus

Kudus, Suara ‘AisyiyahPimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Getassrabi mendirikan SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus. Ini merupakan SD ‘Aisyiyah pertama di Kudus.

Pada awal Maret 2022, SD rintisan ini sedang melalui tahap perizinan pada dinas terkait. Bisa dipastikan tahun ajaran mendatang sudah mengantongi Surat Keterangan (SK) izin beroperasi.

Sementara ini baru terbit SK dari Ranting. Namun begitu sudah menjadi titik pacu bagi Tim Pendiri SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam ini untuk terus mengusahakan SK resmi dari Dinas Pendidikan Kudus.

SD ‘Aisyiyah ini bakal menempati lantai ketiga gedung Darussalam Education Center Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Kehadiran SD ini menjadi pelengkap bagi Tempat Penitipan Anak (TPA) dan Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal XIX (TK ABA XIX) di dua lantai di bawahnya. Juga Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyyah (Madin) yang buka pada sore hari.

Sebelumnya, Tim Pendiri sekolah yang diketuai Nuruz Zaman melakukan kajian bersama timnya. Untuk merintis sekolah dibutuhkan persiapan dan komitmen yang betul-betul luar biasa. Mulai dari kesolidan tim, sampai survei ke berbagai sekolah ‘Aisyiyah.

Ide untuk mendirikan SD dari Tim Pendiri muncul dari keresahan warga Muhammadiyah yang merasa kejauhan dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau SD Muhammadiyah terdekat. Di Getassrabi sendiri banyak sekolah-sekolah yang notabenenya bukan Muhammadiyah. Sehingga menjadi dilema ketika akan menyekolahkan putra-putrinya.

Keberadaan SD Aisyiyah Multilingual Darussalam ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Terlebih, selain memang merupakan kebutuhan, juga merupakan gebrakan baru di Kudus. Nama “SD Aisyiyah” belum pernah terdengar di kota ini. Apalagi ada tambahan nama “Multilingual”. Sehingga ada kesempatan untuk menuai antusiasme tinggi dari masyarakat.

Nama SD Aisyiyah Multilingual Darussalam ini dipilih bukan dengan alasan. Pasalnya, SD dan MI Muhammadiyah sudah banyak tersebar di Kudus. Tim pendiri berusaha mencari warna segar dari sekolah yang akan dibangun. Maka dipilihlah nama ‘Aisyiyah, sebagai embusan yang betul-betul baru untuk geliat pendidikan di Kudus.

Baca Juga: Upaya Mewujudkan Pendidikan Dasar untuk Semua

Gayung bersambut. Ternyata SD ‘Aisyiyah ini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah maupun Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah. PPA sendiri sudah memberikan harapan agar setidaknya ada satu SD ‘Aisyiyah di tiap daerah.

Tidak hanya itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang turut menjadi penanggung jawab berdirinya sekolah ini juga memberi sentuhan pada imbuhan nama “Multilingual” yang bermakna beragam bahasa. Ia menebarkan semangat pada Tim Pendiri, meski dari desa, SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam ini diharapkan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah internasional.

Selain itu, SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam ini terinspirasi dari pribadi Abdul Mu’ti, yang berasal dari desa namun berhasil menjajaki kancah dunia dengan kemahiran berbahasanya. Sehingga terbit harapan anak-anak yang bersekolah di sana nantinya memiliki kemampuan berbahasa yang beraneka.

Pendirian sekolah multilingual di situasi global seperti ini oleh Tim Pendiri dirasa sangat perlu, terlebih sekolah ini lahir dari rahim ‘Aisyiyah. Perlunya kemahiran berbahasa agar kelak anak-anak dapat mempelajari ilmu langsung dari sumber aslinya.

“Di dunia digital yang semakin terbuka, penguasaan beragam bahasa menjadi salah satu upaya meningkatkan rasa percaya diri anak agar berani bergaul dan berinteraksi lebih luas dengan masyarakat global,” tutur Andi Miftahul Falah selaku Tim Pendiri dari Bidang Kurikulum.

Dengan berdirinya sekolah ini, artinya ‘Aisyiyah mendapat amanah amal usaha baru. PRA dan PRM Getassrabi yang berkolaborasi dalam merintis, juga berkomitmen akan berkolaborasi juga dalam proses mengembangkan. Sehingga impian untuk memiliki sekolah di bawah ortom besar Muhammadiyah di Getassrabi ini akan tercapai.

InsyaAllah SD ‘Aisyiyah ini memiliki masa depan yang bagus, karena banyaknya dukungan, dari pusat maupun daerah,” terang Andi.

Tim Pendiri mengaku optimis. Apalagi sudah ada beberapa inden yang mendaftar untuk tahun ajaran mendatang. Untuk mengimbangi persiapan ini, tim sedang membuka lowongan tenaga guru.

“Kami sedang babat alas, menawarkan rekruitmen calon guru yang berlatar belakang pendidikan, baik guru kelas maupun guru mapel,” ujar Andi.

Untuk tahun ajaran ini, posisi yang dibuka yakni Kepala Sekolah, Guru Kelas, Guru PAI, dan Guru PJOK. SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam mencari guru dari lingkungan kader ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah yang sedang belum memiliki aktivitas rutin atau masih menganggur. Karena yang diharapkan dari tim, calon-calon guru ini bisa stan by atau full time alias tidak sambil bekerja di lain tempat.

Tim menginginkan calon-calon guru ini berlatar belakang minimal sarjana pendidikan. Pasalnya, SD ‘Aisyiyah ini benar-benar dikader untuk unggul dan menjadi contoh untuk SD ‘Aisyiyah yang akan muncul kemudian.

Bukan hanya mencari bibit yang bagus, untuk tahun-tahun pertama ini, Tim Pendiri mengajukan syarat mau magang di sekolah lain untuk calon guru. Kualifikasi ini bukan sekadar persyaratan belaka, namun sebuah kode keseriusan terhadap pelamar. Sehingga Tim Pendiri berharap mampu menjaring calon-calon guru yang benar-benar memiliki komitmen untuk berjuang bersama.

Sebagai sekolah baru, tentu belum banyak yang diketahui. Mulai dari administrasi pendidikan hingga proses pembelajaran yang bertajuk multilingual. Diharapkan calon guru akan memahami banyak contoh ideal dari program magang ini.

Dalam beberapa tahun ke depan, SD ‘Aisyiyah ini diusahakan memiliki lahan yang lebih luas. Oleh karenanya, Tim Pendiri sudah berancang-ancang untuk mengajukan pengembangan lahan. Apalagi bila SD ‘Aisyiyah ini berhasil mendapat banyak siswa, tentu gedung tiga lantai Darussalam Education Center Getassrabi butuh permekaran.

Bila SD ‘Aisyiyah ini sudah berdiri, ada harapan bagi Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) lain di Kudus untuk mengikuti jejak PRA Getassrabi ini. Keberhasilan membangun sekolah yang bagus entah bagaimana sudah menjadi tolok ukur bagi kualitas sebuah organisasi masyarakat.

Karena menyekolahkan putra-putri di sekolahan unggul sudah bukan pilihan lagi. Melainkan sebuah kebutuhan. (Fadlillah Rumayn/sb)

Related posts
Berita

Jelang Ramadhan, PDA Purworejo Launching SD Aisyiyah Unggulan Purworejo

Purworejo, Suara ‘Aisyiyah – Sabtu (26/3), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Purworejo mengadakan Pengajian Akbar sekaligus meluncurkan SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo. SD…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.