Sekretaris Uhamka: Prof Suyatno Tokoh dan Kebanggaan Uhamka

Berita 14 Okt 2021 0 46x

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Duka mendalam masih dirasakan oleh keluarga besar Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka) setelah kehilangan tokoh, orang tua, dan panutan dalam mengembangkan kampus Uhamka dengan baik, Ahad (10/10), Prof. Suyatno.

Nama Suyatno dan Uhamka telah dikenal masyarakat secara berbarengan. Di mana ada nama Uhamka, di situ ada nama Suyatno. Begitupun sebaliknya. Suyatno yang telah membesarkan dan membangun Uhamka sehingga dikenal sebagai “Bapak Pembangunan Uhamka”. Dari IKIP Muhammadiyah kemudian berubah menjadi Uhamka, beliau mampu membawa kampus ini berkibar, sehingga puncaknya mendapat akreditasi A. Dalam masa jabatan terakhirnya sebagai Rektor Uhamka, beliau menyerahkan kado terindah, yakni Fakultas Kedokteran.

Hingga kini, nama Suyatno menjadi kenangan dan terkenang selalu bagi masyarakat, khususnya keluarga besar Uhamka. Almarhum lahir di Purbalingga, 15 Juli 1963 dan wafat di usia ke-58. Beliau mengenyam pendidikan di SD Negeri Rembang Purbalingga, SLTP Negeri Rembang Purbalingga, SLTA SPGN 3 Jakarta, S1 di IKIP Muhammadiyah Jakarta (Uhamka), S2 IKIP Jakarta (UNJ), dan S3 di UNJ.

Di Muhammadiyah, almarhum pernah menjabat sebagai Rektor Uhamka, Rektor UM Bandung, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Bendahara Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Tim Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah seindonesia, Ketua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Ketua Tapak Suci Putra Muhammadiyah DKI Jakarta, Penasehat TVMU, Badan Pembina Harian Suara Muhammadiyah, dan lain-lain.

Baca Juga: Dari Muhammadiyah untuk Semua

Sementara di luar Muhammadiyah, almarhum Suyatno pernah diamanahi menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia, Sekjen APTISI Pusat, Sekjen Badan Koordinasi Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia (BKPTSI), Wakil Ketua APTISI Pusat, Sekjen Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Pusat, Wakil Ketua Umum Badan Koordinasi Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia (BKSPTIS), Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (LPTKSI) PTS se-Indonesia, Penasehat Forum Komunikasi Alumni Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia, Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia, dan Ketua Dewan Pendidikan Jakarta Selatan.

Emaridial Ulza selaku Sekretaris Uhamka ketika dikonfirmasi mengatakan, “inna lillahi wa inna Illaihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Duka cita mendalam atas kepergian Ayahanda Prof. Suyatno. Tokoh, guru, dan panutan kami. Tidak pernah kami lupakan betapa besar jasa beliau terhadap Uhamka. Beliau kebangaan kami. Keuletan, kegigihan, dan semangat beliau dalam membesarkan Uhamka menjadi semangat kami yang muda-muda untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ulza menambahkan, “ketika saya menjadi Sekretaris Rektor mendampingi beliau, saya merasakan betul Prof. Suyatno bekerja untuk memastikan institusi ini berjalan dengan baik. Bahkan jika memang harus ke kampus di malam hari, misalnya ada disposisi dan kebijakan cepat harus diambil dan harus diselesaikan, maka jam berapapun dan kapanpun beliau selalu datang ke kampus”.

Insya Allah beliau husnul khatimah. Prof. Suyatno orang baik. Segala kebaikan beliau menjadi amal dan kunci surga, segala kesalahan beliau terhapus karena kebaikan beliau yang sampai saat ini masih kita rasakan. (abdul latif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *