Berita

Seminar Pra-Muktamar VI: Muhammadiyah Harus Berperan dalam Perubahan Iklim Global

Pontianak, Suara ‘AisyiyahUmat manusia kini berada di tengah era baru. Era yang membangun optimisme dalam kehidupan. Optimisme itu disokong dengan revolusi ilmu pengatahuan dan teknologi yang membuat manusia bisa membangun peradaban tinggi.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir dalam Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Sabtu (9/4). Seminar yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, Kalimantan Barat ini mengusung tema “Perubahan Iklim dan Kesalehan Ekologi”.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam sambutannya menyampaikan bahwa optimisme yang muncul karena perkembangan teknologi juga diiringi dengan kecemasan-kecemasan baru. “Di balik optimisme dan apresiasi kita terhadap puncak kemajuan yang bagi Indonesia masih harus diraih lebih banyak lagi, kita juga dicemaskan oleh realitas baru, di mana alam dan lingkungan kita sedang tidak baik-baik saja,” terangnya.

Baca Juga: Mengenalkan Perubahan Iklim pada Anak Usia Dini

Menurut Haedar, saat ini alam semesta sedang dalam alarm yang disebabkan oleh perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama. Alarm itu merupakan imbas dari modernisasi dan pembangunan yang dilakukan umat manusia secara global.

Oleh karena itu, Haedar berharap dari seminar ini akan lahir rekomendasi dan masukan penting yang nantinya akan diusung Muhammadiyah dalam Muktamar, sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan langkah-langkah konstruktif. Hadir selaku pembicara dalam seminar ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Wakil Menteri ESDM 2016-2019 Arcandra Tahar, Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Gatot Supangkat, Senior Ambassador for Greenfaith Nana Firman, dan Rektor UM Pontianak Doddy Irawan.

“Atas nama PP Muhammadiyah kami menyampaikan terima kasih pada narasumber, khususnya kepada Pak Emil Salim (pakar lingkungan hidup) atas kesediaannya untuk meluangkan waktu dan pemikirannya yang insyaallah bermanfaat bagi kepentingan kebangsaan dan kemanusiaan semesta,” pungkas Haedar. (ppm/sb)

Related posts
Berita

Sandiaga Uno Sebut Halal Entrepreneur sebagai Potensi Besar Perekonomian Indonesia

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Menurut data Dinas Kependudukan Catatan Sipil tahun 2022, terdapat 87% masyarakat muslim yang ada di Indonesia. Data tersebut…
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Seminar Pra-Muktamar: Muhammadiyah Mulai Lirik Sektor Industri dan Pariwisata Halal

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah kembali menggelar Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah Ke-48, Kamis (12/5). Seminar yang dipandu oleh Universitas Muhammadiyah Bandung sebagai tuan…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.