Berita

Senyum, Perbuatan Mudah Bernilai Pahala

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam siaran langsung di akun YouTube @KRAMAT Bantul dengan  tema “Ceria Bersamamu”, Da’i Muda Muhammadiyah Irfan Rizki menjelaskan bahwa dalam Islam, senyum bernilai sedekah.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketika seseorang ingin bersedekah namun tidak memiliki uang yang cukup, maka ia bisa menggantinya dengan memendarkan senyum kepada sesama. “Senyum adalah sedekah yang paling mudah dan yang paling murah, namun sangat berkesan, dan pahalanya sangat luar biasa,” jelas Irfan.

Menurut Irfan, seseorang yang murah senyum akan disukai oleh banyak orang, bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun, karena bahasa yang paling mudah untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal adalah bahasa senyuman.

“Jadi, dalam sebuah senyuman terdapat beberapa kebaikan, di antaranya: memendarkan positive vibes, meningkatkan energi positif, meneladani nabi, dan berpahala, karena senyum termasuk sedekah,” jelas Irfan pada Rabu (1/9).

Selain dari empat hal di atas, Irfan menambahkan, manfaat yang bisa kita dapatkan dari tersenyum adalah optimisme, yaitu menjadikan seseorang selalu berpikir positif dalam menyikapi sesuatu, dan menjadikan seseorang tidak mudah berputus asa.

Baca Juga: Membangun Optimisme dalam Keluarga

Irfan mengatakan, orang yang wajahnya biasa saja, namun saat ia memendarkan senyum akan menjadikan wajah yang istimewa. Tetapi jika ia tidak murah senyum, walaupun setampan apapun wajahnya, maka tidak terlihat istimewa.

Kata Irfan, Rasulullah saw. pernah berpesan, “jangan pernah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun engkau menjumpai saudaramu dengan wajah tersenyum” (HR. Bukhari dan Muslim).

Irfan juga menjelaskan bahwa tersenyum untuk menutupi kesedihan merupakan anjuran Nabi, sebagaimana sabda beliau, “tiga hal yang harus kalian sembunyikan, salah satu dari tiga hal ini adalah menyembunyikan kesedihan”.

“Jadi, ketika kita tersenyum padahal kita sedang bersedih, maka kita akan mendapat dua pahala, yaitu pahala sedekah dari senyum, kemudian pahala meneladani sunnah Nabi saw., yakni menyembunyikan kesedihan,” ucap Irfan.

Kemudian, menanggapi pertanyaan cara manajemen mood, Irfan menjawab: pertama adalah meminta pertolongan kepada Allah supaya menolong kita untuk terus hadirkan mood kepada kita; kedua, usahakan untuk selalu moody, tetap tebarkan energi positif kepada orang lain walaupun sedang ada masalah; ketiga, hindari hal-hal yang membuat kita bad mood. (rizka)

Related posts
Kalam

Amalan Sunnah di Bulan Muharram

Ada dua belas bulan dalam satu tahun hitungan kalender Islam/Hijriyah, yakni: Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab,…
Kesehatan

Bahagia Merawat Usia

Oleh: Ahsan Jamet Hamidi* Tanggal 25 Mei lalu, aku mendapat tugas kantor untuk mendukung RAGAM ISTITUTE dalam kegiatan perayaan Hari Lansia, di…
Kalam

Menarik Kembali Harta yang Telah Diwakafkan

Oleh: Dahwan Muchrodji Secara bahasa, kata “wakaf” berasal dari bahasa Arab waqafa – yaqifu – waqfan yang berarti “menahan”, “berhenti”, “diam di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.