Siapkan Muktamar, Haedar Nashir Sampaikan Rencana Tanwir Daring Jilid II dan Optimisme Ikhtiar Hadapi Pandemi

Berita 2 Sep 2021 0 83x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (1/9) mengumumkan bahwa pada tanggal 4-5 September 2021 M, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan menyelenggarakan sidang Tanwir II yang berfokus pada pembahasan mengenai rangkaian persiapan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta.

Haedar menjelaskan bahwa Tanwir II ini merupakan acara untuk mengambil langkah-langkah persiapan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke-48 yang akan diselenggarakan pada akhir tahun 2022 M, dengan mengambil tema “Optimis Hadapi Covid-19 menuju Sukses Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Surakarta”.

Haedar menyampaikan beberapa alasan bahwa tema optimis yang diambil merupakan wujud ikhtiar yang di antaranya untuk:

Pertama, membangun pengharapan baru bagi seluruh warga Muhammadiyah dan rakyat Indonesia bahwa meskipun kita belum bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir tetapi setelah satu setengah tahun kita melaluinya, kita harus terus mengoptimalkan ikhtiar baik yang bersifat rasional ilmiah dengan berbagai langkah seperti, mengikuti kebijakan PPKM, disiplin protokol kesehatan, dan berbagai usaha yang bersifat dalam aspek kesehatan maupun juga dalam usaha-usaha lainnya yang bersifat spiritual rohaniah dengan menguatkan segala usaha-usaha yang bersifat keagamaan dan doa menghadap Allah serta membangun ikhtiar-ikhtiar lainnya.

Baca Juga: Dari Muhammadiyah untuk Semua

Kedua, optimisme dibangun agar seluruh warga Muhammadiyah dan warga bangsa, meskipun dalam suasana berat, duka, dan suasana musibah tidak membuat kita kehilangan harapan, baik harapan-harapan karna ikhtiar kita, lebih khusus lagi harapan karna Allah swt.

Ketiga, sikap optimistik juga kita bangun agar kita mampu meningkatkan solidaritas kolektif atau ukhuwah antar seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah, bahwa musibah pandemi covid ini memang berat, maka kita harus menghadapinya bersama.

Keempat, optimisme dibangun karna kita bangsa Indonesia sebagai kaum beriman tentu selalu bergantung kepada rahman rahim dan kekuasaan Allah swt. Tuhan yang Maha Esa bahwa setiap musibah selalu ada jalan, setiap kesulitan ada kemudahan, dan semua kaum beriman tentu harus membuka pintu langit dalam menyelesaikan masalah selain kita terus berikhtiar di bumi nyata.

“Dengan Tanwir Muhammadiyah-‘Aisyiyah kita ingin mensukseskan Muktamar dengan sistem dan metode yang akan kita tentukan secara seksama karna kami memandang bahwa di tahun 2022 pertengagan-akhir, pandangan para ahli kita belum beralih dari pandemi Covid ini. InsyaaAllah kita akan menyiapkan muktamar sebaik-baiknya,” tutur Haedar. (Tami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *