Silaturahim PP ‘Aisyiyah & Muslimah Kamboja Bahas Keluarga Sakinah

Berita 15 Feb 2021 0 102x
SIlaturahim PPA & Muslimah Kamboja

Silaturahim PPA & Muslimah Kamboja

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, High Council of Islamic Kamboja, dan Phnom Penh Islamic Center mengadakan silaturahim dengan mengusung tema “Kajian Keluarga Sakinah Berlandaskan Islam Berkemajuan” pada Ahad (14/2/2021). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kesadaran dan peran perempuan dalam mewujudkan keluarga sakinah.

Duta Besar Republik Indonesia Phnom Penh, Sudirman Haseng menyampaikan bahwa kajian keluarga sakinah merupakan salah satu program pokok pengembangan kapasitas Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia bagi Pemuka Agama Islam di Kamboja untuk mempromosikan Islam Wasathiyah atau Islam Moderat. “Prinsip wasathiyah akan memberikan pemahaman bahwa Islam menyeimbangkan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi yang di dalamnya terdapat nilai Islam yang dibangun atas pola pikir yang lurus, seimbang, dan tidak berlebihan dalam hal tertentu,” jelasnya.

Sudirman berharap bahwa kajian ini akan mampu memberikan perspektif baru, pemahaman yang lebih dalam, dan wawasan yang lebih luas bagi pemuka agama, pendidik, dan Muslimah di Kamboja perihal pentingnya peran perempuan dalam mendidik keluarga.

Program ini juga bertujuan meningkatkan citra positif Indonesia di dunia Internasional. Adapun dalam tataran bilateral, program ini merupakan bagian diplomasi sosial-budaya dan sumbangsih Indonesia dalam people to people contact antara Indonesia dan Kamboja.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dijalin. Menurutnya, Islam Wasathiyah yang berkemajuan merupakan ajaran Islam yang memuat nilai-nilai perdamaian, persatuan, dan pesan dakwah yang disampaikan dengan damai, serta beramar ma’ruf nahi munkar. Termasuk di dalamnya adalah memajukan perempuan dengan potensi yang dimilikinya untuk mewujudkan kehidupan yang berkemajuan.

Dalam konteks keluarga sakinah, “mendidik keluarga supaya menjadi keluarga yang maju sehingga keluarga itu bisa memberikan kemanfaatan bagi orang lain (khar an-nas anfa’uhum li an-nas). Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam keluarga sakinah, pendidikan agama merupakan hal pokok, tidak terkecuali adanya relasi yang adil antara suami dan istri. Dengan terpenuhinya hal tersebut di dalam keluarga, maka problem anak, perempuan, keumatan, dan kemanusiaan akan berkurang.

Meski umat Islam merupakan penduduk minoritas di Kamboja, Noordjannah menyatakan bahwa mewujudkan keluarga yang kuat, maju, dan bahagia merupakan kebutuhan dan anjuran semua agama. “Penguatan keluarga, memajukan perempuan, dan mensejahterakan anak adalah menjadi kepentingan semua agama. Dengan demikian, insyaAllah kegiatan ini bisa kita lakukan termasuk jika kita tindak lanjuti di Kamboja,” papar Noordjannah.

Hadir pula dalam program ini Muhammad Daud bin Kasim selaku Perwakilan Majelis Tertinggi Pimpinan Umat Islam Kamboja; Kaoh Khan Thei Metea, Ketua Departemen Hubungan Internasional, Kementerian Urusan Kepercayaan dan Agama Kerajaan Kamboja, serta; Menchenda, Sekretaris Jenderal Cambodian Islamic Women Development Association dan Perwakilan Phnom Penh Islamic Center.

Kegiatan ini merupakan pembukaan dari rangkaian kajian daring yang akan digelar dan diikuti oleh organisasi perempuan Muslim dan juga para perempuan Muslim di Kamboja. Selain itu, akan dibicarakan lebih lanjut terkait upaya meningkatkan peran ‘Aisyiyah bersama Muhammadiyah dalam memberikan pendampingan bagi komunitas Muslim yang tersebar di Kamboja.

Tinggalkan Balasan