Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – “Kami dari PP Muhammadiyah, baik secara institusi maupun pribadi, mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Haedar, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat membuka acara silaturahmi (12/4).
Pagi ini di Kantor PP Muhammadiyah yang berlokasi di Kota Yogyakarta, diselenggarakan kegiatan Silaturahmi Idulfitri 1446 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam kesempatan ini, Haedar membahas banyak hal, utamanya soal kabar terbaru terkait persyarikatan serta arah gerak ke depan.
“Kemarin ini viral kalau Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dengan aset terbanyak nomor 4 di dunia. Selain itu, ada juga survei yang menunjukkan bahwa Muhammadiyah adalah institusi yang paling dipercaya di Indonesia,” ungkapnya. Hal ini tentu membanggakan dan menyenangkan melihat kepercayaan publik semakin besar kepada Muhammadiyah. Tidak hanya itu, bahkan pemerintah secara terkhusus juga memiliki kesan yang baik terhadap Muhammadiyah.
Baca Juga: Teror Kepala Babi ke Tempo: Ancaman Serius bagi Demokrasi
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, hal ini seharusnya menjadi penyemangat dan pemantik bagi para pengurus dan pimpinan untuk terus bergerak maju. Ia menyatakan, “Dahulu Kiai Dahlan mengajarkan intisari al-Asr adalah untuk menanamkan prinsip-prinsip berkemajuan pada diri setiap kader. Yang namanya maju dan berkemajuan, ya, artinya kita harus selalu di depan.”
Haedar kemudian menegaskan bahwa nilai-nilai “berkemajuan” ini selaras dengan nilai modernitas. “Karena kita maju, kita juga harus modern, itulah mengapa prinsip profesionalisme sangat penting di Muhammadiyah. Sebuah posisi harus diisi dan dilakukan oleh mereka yang ahli dalam hal tersebut.”
Prinsip profesionalisme ini menurut Haedar juga harus tercermin dalam ber-ukhuwah di organisasi, bahkan saat beradu dan berbeda pendapat sekalipun. “Berbeda pendapat itu wajar dalam organisasi, makanya di Muhammadiyah musyawarah itu sangat penting. Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa saat keputusan sudah diambil, semua orang harus menghormati keputusan tersebut,” pungkasnya. (lsz)
Selengkapnya bisa diakses melalui link ini

