SLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo Terima Bantuan dari FK Unair Surabaya

Berita 30 Nov 2021 0 65x

SLB-A Aisyiyah PonorogoPonorogo, Suara ‘Aisyiyah – Bertempat di aula lantai 2 Gedung SLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo, Ahad (28/11) SLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo menerima bantuan berupa 10 kursi roda, 5 tongkat lipat, 3 exercise ball, dan sejumlah uang. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka Dies natalies FK Universitas Airlangga (Unair) ke-108 “Bangkit dan Berkolaborasi Untuk Negeri”, di mana salah satu kegiatannya yaitu Bakti Sosial Peduli Difabel.

Dalam acara tersebut, Listyorini selaku Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ponorogo menyampaikan beberapa hal, di antaranya sejarah berdirinya SLB mulai dari nol hingga saat ini bisa memiliki gedung yang representatif dan bisa menampung peserta didik yang cukup banyak. Untuk saat ini sedang melakukan pembangunan gedung multimedia yang masih belum rampung. Tentunya untuk pembangunan gedung tersebut masih banyak memerlukan bantuan dana.

Baca Juga: Mengenal Kekerasan Berbasis Gender Online

Ia juga menyampaikan bahwa SLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo ini merupakan sekolah yang menampung anak-anak difabel. Di        antaranya tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita dan juga ada beberapa yang low vision. SLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo juga merupakan satu-satunya SLB di Ponorogo yang mempunyai asrama untuk anak didiknya.

Untuk ke depannya, Ketua PDA Ponorogo itu berharap bisa membantu anak didik tuna daksa yang masih memungkinkan untuk sembuh. Karena keterbatasan tenaga dan juga mahalnya biaya untuk melakukan fisioterapi, maka nantinya akan dibuatkan ruangan khusus fisioterapi untuk para peserta didik tuna daksa untuk lebih memudahkan mereka untuk melakukan fisioterapi.

Dalam sambutannya, Endang Puspitowati selaku perwakilan dari FK Unair menyampaikan apresiasinya pada ibu-ibu ‘Aisyiyah dan jajaran guru-guru SLB dalam mendidik dan mengembangkan SLB sehingga bisa menjadi besar dan berprestasi, bahkan di tingkat nasional dan internasional.

Dalam sesi dialog, Ria Silvia sebagai dokter spesialis mata menyampaikan sebagai kelanjutan dari bakti sosial ini, insyaAllah ke depan akan melakukan pemeriksaan diagnostik pada anak-anak tunanetra khususnya low vision di ponorogo dan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut anak-anak juga ikut memeriahkan acara dengan menampilkan kemampuan, di antaranya hafalan al-Quran, tembang macapat, dan elektone. Peserta baksos ini sangat kagum dengan penampilan anak-anak ini. Dengan kekurangan yang mereka miliki mereka masih bisa berkarya. (wiwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *