SMA Muhammadiyah 1 Gresik Adakan Program Tahfidz Al-Quran Perdana

Berita 12 Okt 2021 0 181x

Gresik, Suara ‘Aisyiyah – Jumat pagi, beberapa guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Gresik duduk berjajar rapi di masjid sekolah, Masjid Al-Qolam. Mereka bersiap menerima pelajaran tahfidz dari Choiru Sulaiman. Laki-laki lulusan Universitas Muhammadiyah Gresik ini merupakan pembina tahfidz untuk program Tahfidzul Qur’an siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Kegiatan perdana yang dimotori oleh tim Ismuba ini dilaksanakan Jumat (8/10). Peserta merupakan tenaga pendidik dan kependidikan SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang mendaftar terlebih dahulu ke admin Ismuba yang ditunjuk, Nanik Nur Farista. “Kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu, bersamaan dengan kegiatan siswa. Namun karena kegiatan belajar harus dengan sistem online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), maka program ini tertunda”, demikian penjelasan Nanik.

Mengawali kegiatan, para peserta memperkenalkan diri dan menyampaikan motivasinya mengikuti kegiatan ini. Beberapa peserta mengaku senang kegiatan ini akhirnya terlaksana.

Dari perkenalan peserta, terungkaplah berbagai harapan yang selama ini terpendam. Kebanyakan dari peserta menginginkan agar mereka dapat membaca al-Quran dengan benar dan mampu menghafal surat-surat dalam al-Quran dengan baik. Meski usia tidak lagi muda, namun semangat belajar mereka begitu tinggi.

Baca Juga: Memimpin dengan Panduan Al-Quran

Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman memberikan tips mudah menghafal al-Quran. Pertama, memilih mushaf yang paling disukai; yang paling enak dibaca dan cocok dengan pribadi masing-masing. Menurutnya, pilihan mushaf tergantung dari kenyamanan masing-masing individu. Pemilihan itu bertujuan agar mushaf itu lama-kelamaan akan semakin dicintai, sehingga semakin giat menghafal.

Kedua, kenali diri. Mengenal diri maksudnya adalah bagaimana cara termudah dalam belajar; apakah mudah belajar dengan visual atau auditori. Sekiranya lebih bisa belajar dengan melihat, maka sediakan al-Quran yang menarik, baik dari segi warna, cetakan, keluaran penerbit, atau besar-kecilnyanya ukuran. Sebaliknya, jika lebih condong ke auditori, maka persiapkan rekaman-rekaman dengan hafidz-hafidz yang paling disukai, baik irama maupun suaranya. Sehingga timbul semangat untuk menghafal karena suka akan al-Quran dan bacaannya.

Target kegiatan ini bertahap, yakni menuntaskan hafalan juz 30. Tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan terus sampai selesai semua juz dalam al-Quran. (Fadhilah Aliannah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *