Status Keanggotaan Albha

Keagamaan 16 Apr 2020 0 195x

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Kak ‘Aisy yang terhormat. Alhamdulillah kami berdua bersama bapak ibu kami mendapatkan panggilan Allah menunaikan haji dua tahun yang lalu, karena kami sekeluarga merasa kekurangan bekal ilmu maka kami sepakat untuk mengikuti bimbingan haji yang diselenggarakan oleh ‘Aisyiyah. Bimbingan yang optimal di tanah suci, masih dilanjutkan dengan pembinaan spiritual.

Sesampainya di tanah air sampai sekarang dan kami berempat termasuk rajin menghadiri pengajian. Ibunda kami memang sejak awal memang sudah menjadi anggota pengajian ‘Aisyiyah, kami suami isteri dan bapak kami pasca haji menjadi jamaah tetap pengajian yang digelar oleh Alumni Bimbingan Hajji ‘Aisyiyah (Albha). Sering di antara kami teman-teman anggota pengajian Albha bertanya “Kami ini status keanggotaannya bagaimana ya di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah”?.

Kami memohon kak ‘Aisy dapat memberikan jawaban atas pertanyaan kami ini. Atas perhatian dan jawabannya kami sampaikan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Marfuah Hadi

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Ibu Marfuah Hadi yang dirahmati Allah. Kak ‘Aisy ikut bangga dan senang atas keaktifan ibu sekeluarga yang terus meningkatkan kualitas spiritual melalui pengajian Albha. ‘Aisyiyah mendirikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji ‘Aisyiyah (KBIH ‘Aisyiyah) sejak tahun 1993 didorong oleh keinginan memberikan pelayanan spiritual dimulai dari tanah air sebelum pemberangkatan melalui manasik Regu, Rombongan dan Kloter adalah untuk memberikan bekal pelaksanaan ibadah haji sesuai yang dilaksanakan Rasulullah.

Pendampingan di tanah suci menjadi perhatian dari KBIH ‘Aisyiyah baik berupa pembinaan ibadah, perhatian kesehatan lahir dan bathin, pemantauan akhlak silaturahmi keseharian, bimbingan sosial psikologis, sampai kelompok iqra’ bagi jamaah yang memang benar-benar ada keinginan dapat membaca dan memperlancar al-Qur’an.  Pulang haji bukan berarti KBIH ‘Aisyiyah lepas tanggung jawab, tetapi masih terpanggil untuk bersama menjaga kemabruran hajji dengan tetap menjalin silaturahmi, sekaligus thalabul ‘ilmi dalam kelompok Albha.

Ibu Marfuah Hadi, apabila ditanyakan tentang status keanggotaan Muhammadiyah/ ’Aisyiyah  bapak-ibu jamaah Albha adalah dapat di tilik pada :

Pertama, Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah Bab IV Pasal 8 yang diperjelas pada Anggaran Rumah Tangga (ART) Muhammadiyah Pasal 4 tentang Keanggotaan yang terdiri dari Anggota biasa yaitu beragama Islam dan WNI, Anggota Luar Biasa yaitu Orang Islam tetapi WNA, dan anggota Kehormatan yaitu perorang, beragama Islam dan memiliki jasa terhadap Muhammadiyah. Cuma untuk menjadi anggota biasapun persyaratannya mendaftarkan diri untuk mendapatkan Kartu Tanda anggota (KTA). Anggota biasa ini ada yang ditempatkan di Struktur Pimpinan namun ada pula yang di luar Struktur Pimpinan

Kedua,  AD ‘Aisyiyah Bab IV Pasal 9 dan ART ‘Aisyiyah Bab IV Pasal 4. Yang pada intinya sama dengan AD/ART Muhammadiyah. Bedanya kalau di AD ‘Aisyiyah lebih ditegaskan bahwa Anggota ‘Aisyiyah adalah Anggota Muhammadiyah perempuan. Maknanya kalau perempuan keanggotaannya dua yakni Anggota ‘Aisyiyah dan Anggota Muhammadiyah.

Nah sekarang bagaiman bagi jamaah Albha yang belum mendaftarkan diri alias belum memiliki kartu tanda anggota ? Bapak Ibu tetap menjadi anggota Muhammadiyah dan khusus ibu-ibu juga Anggota ‘Aisyiyah yang memiliki Status  Anggota Simpatisan. Karena bapak ibu jamaah pengajian Albha sudah mendukung dan ikut melaksanakan usaha-usaha organisasi, sebab pengajian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari usaha Muhammadiyah /’Aisyiyah. 

Bagaimana apabila berkeinginan meningkatkan status, dari Status Anggota Simpatisan menjadi berstatus Anggota resmi / Berkartu?.  Bapak ibu dapat mencari Ranting Muhamamdiyah/’Aisyiyah dimana domisili bapak-ibu dengan mengisi formulir yang dimintakan stempel ke Pimpinan Cabang Muhamamdiyah/’Aisyiyah yang selanjutnya di proses ke Pimpinan Pusat. Akan lebih efektif dan efisien apabila mengurus KTA itu secara kolektif yang diinisiasi oleh kelompok Albha tempat Bapak-Ibu menjadi anggota jamaah.

Apabila Bapak-Ibu telah memiliki KTA, memiliki hak untuk memilih dan dipilih menjadi pimpinan. Selanjutnya, apabila  mendapatkan amanah pada struktur pimpinan maka memiliki hak untuk ikut permusyawaratan di jenjang kepemimpinan berada, dan boleh berpendapat serta memiliki hak suara apabila ada acara pemilihan pimpinan.

Ibu Marfuah Hadi yang diberikan barakah Allah, setelah paparan ini dipersilahkan untuk menentukan pilihan tetap menjadi Anggota simpatisan ataukah akan meningkatkan menjadi anggota resmi sebagai anggota biasa. Karena tidak ada yang dapat  memaksa menjadi anggota, semua atas pilihannya sendiri. Selamat meningkatkan aktivitas ibadah melalaui wadah Albha.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

(Bunda Imah)

Sumber ilustrasi : http://www.muhammadiyah.or.id/en/news-11614-detail-keutamaan-dalam-ibadah-haji.html

Leave a Reply