Stimulus Pengembangan Kecerdasan Anak

Anak 19 Apr 2020 0 211x

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali dijumpai orang tua yang kewalahan menghadapi sikap anaknya yang telah beranjak remaja. Tak heran jika “kenakalan remaja” menjadi istilah yang dianggap umum. Tidak jarang pula orang tua mempertanyakan mengapa anaknya tumbuh sebagai pribadi yang tak wajar, justru ketika orang tua tersebut telah uzur dan sang anak telah dewasa, bahkan telah berumah tangga. Pada saat itulah sebenarnya orang tua telah mengalami kerugian dalam tahapan kehidupannya.

Jauh sebelum anak-anak itu tumbuh remaja maupun dewasa, mereka telah melalui tahapan kehidupan yang memungkinkan orang tua mengenali kecerdasan yang dimiliki oleh anak-anaknya. Jika orang tua mengenali anaknya dengan baik, membaca kecenderungan yang dimiliki oleh anaknya, dan mengiringi perkembangan anak dengan stimulus yang tepat, maka anak akan tumbuh dengan potensi yang melejit.

Berbagai referensi dalam psikologi perkembangan menunjukkan setiap anak harus dipandang unik karena memiliki karakter dan kombinasi kecerdasan yang berbeda-beda. Setiap anak memiliki kecerdasan dan keunggulan dalam bidang tertentu atau dalam bidang masing-masing. Berbagai referensi dalam psikologi perkembangan itu mayoritas menyebutkan bahwa kecerdasan anak terdiri atas beberapa hal sebagai berikut.

1. Kecerdasan Linguistik.

Anak yang memiliki kecerdasan linguistik atau kecerdasan verbal mampu berkomunikasi dengan baik serta mudah menyampaikan argumentasi atau gagasan dengan bahasa yang mudah dipahami. Stimulus yang dapat dilakukan, di antaranya orang tua sering mengajak anak berbicara dan melakukan aktivitas bersama yang melibatkan pembicaraan.

2. Kecerdasan Logika-Matematika

Anak yang memiliki kecerdasan logika matematika tidak hanya memiliki kemampuan memahami ilmu pasti, tetapi juga memahami peristiwa-peristiwa di sekitarnya. Mereka senang mengamati semua aspek kehidupan yang memiliki sebab-akibat yang jelas dan pasti. Stimulus yang dapat dilakukan ialah menghitung harga setiap membeli barang, beri soal penalaran sederhana, mengukur jarak, menghitung objek sepanjang jalan, dan sebagainya.

3. Kecerdasan Visual-Spasial

Anak dengan kecerdasan visual spasial memiliki daya imajinasi tinggi yang dapat dikembangkan pada persoalan seni, misalnya melukis, mendesain gambar, mengarang buku, me-lay out, dan arsitektur. Stimulus yang dapat dilakukan ialah mengenal berbagai bentuk dan ruang, menghafalkan jalan yang dilewati, mencorat-coret, mewarnai, menyusun balok, mengukur, dan sebagainya.

4. Kecerdasan Kinestetik

Anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki bakat yang bagus terkait dengan aktivitas yang melibatkan koordinasi antara otak (pemahaman) dan tubuh (motorik) manusia. Anak dengan bakat ini senang bergerak saat belajar maupun bermain. Stimulus yang dapat dilakukan adalah olah raga, membersihkan rumah, bermain di lapangan, bercerita dengan gerakan, bermain dengan banyak gerakan, dan sebagainya.

5. Kecerdasan Musikal

Anak dengan kecerdasan musikal memiliki kepekaan akan irama. Musik pun menjadi  kebutuhan pokok baginya. Mereka lebih mudah memahami materi dengan lagu dan irama yang beraturan dibandingkan dengan ceramah. Manfaat kecerdasan ini ialah dapat mengendalikan emosi, mengembangkan imajinasi, dan mengasah daya ingat. Stimulus yang dapat dilakukan adalah mengajak mendendangkan lagu, bermain musik, maupun mendengarkan musik.

6. Kecerdasan Intrapersonal

Anak dengan kecerdasan intrapersonal memiliki pemahaman akan perasaan-perasaan dan pemikiran-pemikiran diri sendiri. Anak dengan kecerdasan ini selalu introspeksi diri dan tidak melimpahkan kesalahan kepada orang lain sebelum melihat kesalahan yang ada pada dirinya. Stimulus yang dapat dilakukan ialah sering menanyakan perasaan anak, diskusikan apa yang menjadi keinginan anak, mintai pendapat anak tentang suatu persoalan, dan sebagainya.

7. Kecerdasan Interpersonal

Anak dengan kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Kecerdasan ini sangat penting untuk meraih kesuksesan karena setiap anak memerlukan berhubungan dengan orang lain. Stimulus yang dapat dilakukan ialah ajari mereka menerima telepon, bermain ke rumah teman, mengikuti lomba, dan sebagainya.

8. Kecerdasan Natural

Anak dengan kecerdasan natural memiliki kepekaan dengan alam dan seisinya, misalnya pada flora dan fauna. Anak dengan kecerdasan ini juga memiliki kemampuan memahami serta menghargai dampak alam terhadap diri sendiri dan dampak tindakan diri sendiri terhadap alam. Stimulus yang dapat dilakukan adalah, rekreasi di pantai atau gunung, melihat film petualangan, dialog tentang alam, mengoleksi dan merawat flora dan fauna, dan sebagainya.

9. Kecerdasan Spiritual

Anak dengan kecerdasan spiritual memiliki kemam-puan memahami hubungan dirinya dengan Sang Pencipta. Kemampuan ini membuat anak memahami bahwa segala yang dilakukannya terikat dengan aturan Allah swt sehingga ia akan berhati-hati dalam berperilaku. Stimulus yang dapat dilakukan ialah beribadah, mendiskusikan kebesaran Allah, mempelajari pengetahuan agama, dan sebagainya.

Dengan memahami sejumlah hal di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa semua anak memiliki potensi untuk sukses, tinggal bagaimana pengembangan potensinya dilakukan dengan baik. Selamat membaca potensi anak Anda! (sof)

Sumber Ilustrasi : https://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/23/481/1761733/ingat-bunda-tidur-malam-berkualitas-bisa-pengaruhi-kecerdasan-anak

Leave a Reply