Syafiq Mughni: Nilai Moderasi Harus Terus Dipromosikan dan Diaktualisasikan

Berita 13 Sep 2021 0 36x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Moderasi, menurut Syafiq A. Mughni, perlu dijunjung tinggi agar masyarakat yang berbeda agama maupun sosial dapat hidup berdampingan dengan rukun, damai, dan dapat menegakkan toleransi di atas perbedaan. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara Podcast TV Show: Suara Moderasi Beragama di akun YouTube @tvMu Channel, Senin (13/9).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menceritakan bahwa paham moderasi telah mewarnai sejarah kedatangan Islam ke Indonesia. “Islam datang dengan membawa perdamaian, diajarkan melalui interaksi yang baik pada rakyat Indonesia tanpa adanya kekerasan,” tutur Syafiq.

Dalam acara yang bertema “Moderasi adalah Watak Bangsa Indonesia” ini, Syafiq menjelaskan bahwa dalam perjalanan membangun bangsa Indonesia, konflik merupakan satu rangkaian cerita di dalam sejarah bangsa Indonesia. Akan tetapi, tegasnya, adanya konflik itu harus dipahami sebagai bentuk dialektika kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kerukunan dan toleransi harus tetap dan terus dijunjung tinggi.

Baca Juga: Dakwah Moderasi Islam Muhammadiyah-’Aisyiyah

Syafiq menyampaikan, moderasi bukan hanya ajaran agama Islam, namun juga tumbuh dan berkembang pada ajaran agama lain. Setiap agama, menurutnya, mempunyai ajaran untuk berbuat baik antarsesama manusia. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, agama tidak mengajarkan umatnya untuk merasa diri paling baik dan benar.

Di masyarakat, Syafiq menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu pintu masuk untuk mengenalkan, mengajarkan, menerapkan, dan menjunjung tinggi nilai moderasi. “Moderasi dapat dikembangkan melalui pendidikan, dengan membentuk rancangan kurikulum yang menempatkan ajaran moderasi di dalamnya,” jelas Syafiq.

Selain itu, kegiatan-kegiatan dakwah juga dapat menjadi wadah untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat moderasi di tengah masyarakat. Upaya itu, lanjut Syafiq, tidak harus dengan membahas moderasi pada setiap pertemuan, namun dapat dilakukan dengan menyelipkan pemahaman moderasi pada setiap pembahasan.

Kemudian, Syafiq menegaskan untuk jangan membeda-bedakan orang atau kelompok tertentu apabila ingin memberikan pertolongan. Menurutnya, setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk dibantu dan membantu. (cheny)

Tinggalkan Balasan