Berita

Talk Show Internasional, Pontren Modern Zam Zam Banyumas Datangkan Native Speaker dari Prancis

Pontren Modern Zam Zam Banyumas

Banyumas, Suara ‘Aisyiyah Kunjungan native speaker Prancis, Alexis (27) dalam kegiatan talk show di hadapan santri putra-putri kelas bahasa merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama di bidang kebahasaan antara SMA MBS Zam Zam Pondok Pesantren (Pontren) Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok, Banyumas dengan Alliance Française de Semarang (AF Semarang). Kegiatan dilakukan secara daring dan luring yang berlangsung pada Rabu (27/7) bertempat di aula Komplek Perguruan Muhammadiyah Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala SMA MBS, Pandi Yusron berharap agar kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, sehingga dapat memotivasi anak untuk bisa studi lanjut di Prancis. “Kegiatan talk show ini merupakan tindak lanjut dari MoU dengan AF Semarang. Kegiatan pertama yaitu para santri kelas bahasa mengikuti kegiatan ujian international DELF/DALF di Semarang beberapa waktu lalu dan telah dinyatakan lulus,” kata Pandi.

Selain ucapan selamat datang kepada native speaker utusan AF Semarang, direktur Pontren Modern Zam Zam, Arif Fauzi menyampaikan gambaran sekilas mengenai lembaga yang dipimpinnya. Memasuki usianya ke-14, Pontren Modern Zam Zam mengalami perkembangan cukup pesat dengan jumlah santri sebanyak 1882 anak. Menurutnya, ini merupakan karya yang luar biasa atas kerja sama berbagai pihak.

“Kami berharap kedatangan Bapak Alexis di Pondok Pesantren kami bisa memberikan motivasi kepada anak-anak atau kabar gembira bagi sekolah dengan harapan kelak mereka bisa meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan yang mereka cita-citakan. Kami berharap di pondok ini muncul orang-orang yang bermanfaat di kemudian hari,” kata Arif.

Baca Juga: Fonds-Dachlan: Program Internasional Pertama Muhammadiyah

Dikatakan oleh Setiadi Nurhakim selaku guru Bahasa Prancis, Alexis merupakan salah seorang mahasiswa asal Nantes, Prancis yang sedang menempuh pendidikan S2 jurusan linguistik. Tujuannya datang ke Indonesia adalah untuk memenuhi tugas kuliahnya, yaitu melakukan penelitian tentang perkembangan bahasa dan budaya Prancis di Indonesia yang dipelajari oleh siswa maupun mahasiswa di Indonesia, terkhusus di wilayah pulau Jawa.

Dikatakan oleh Martaty Widjaya dalam sambutan mewakili Direktur AF Semarang melalui Zoom, ini merupakan hari terakhir Alexis bertugas. Ia mengaku bersyukur bisa memperkenalkan Alexis dan bisa mengunjungi ke SMA MBS Zam Zam walau waktu sangat singkat.

“Kalian adalah anak-anak terpilih. Karena tidak semua anak bisa berkesempatan belajar bahasa Prancis. Ingat, kalian akan lebih punya peluang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih, karena dengan kemampuan banyak bahasa akan terbuka kesempatan tentang banyak hal,” pesan Martaty kepada para santri. (h/sb)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.