Tanda-Tanda Kurang Gizi Pada Anak

Gaya Hidup Info Sehat 31 Jul 2021 1 173x
anak kurang gizi

anak kurang gizi

Masa kanak-kanak merupakan masa keemasan bagi anak, karena anak sedang mengalami pertumbuhan yang pesat pada dirinya. Untuk menunjang pertumbuhan anak, setiap orang tua harus mencukupi asupan gizi anaknya. Jika gizi yang dibutuhkan anaknya tidak terpenuhi, si anak dapat mengalami malnutrisi dan menghambat proses pertumbuhannya.

Kurang gizi yang terjadi pada anak dapat berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami penyebab dan gejala anak yang kurang gizi sehingga bisa mencegahnya.

Mengutip halodoc.com, kekurangan gizi pada anak bisa disesabkan oleh kekurangan makronutrien maupun mikronutrien. Makronutrisi adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar setiap harinya, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara mikronutrisi adalah nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, seperti vitamin dan mineral. Karena sangat penting, orang tua perlu tahu tanda anak mengalami kekurangan gizi agar bisa segera diperbaiki.

Baca Juga: Mempersiapkan Generasi Berkualitas Pada Masa Golden Age Anak

Bentuk yang paling sering muncul terhadap kondisi kurang gizi pada anak adalah kwashiorokor dan marasmus. Kwashiorkor dan marasmus merupakan dua kondisi malnutrisi yang sering terjadi kepada anak-anak di negara-negara berkembang. Apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penanganan, maka tidak hanya akan mengganggu tumbuh kembang anak, tetapi juga bisa membahayakan nyawanya. Kondisi tersebut bisa terjadi pada siapapun, tetapi paling sering dialami oleh anak-anak.

Tanda Anak Kurang Gizi

Orang tua harus berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mengutip theasianparent.com, ada berbagai macam tanda anak kurang gizi, seperti:

Pertama, kurang zat besi. Anak yang kekurangan zat besi biasanya tampak pucat, lemah, sering tampak sulit bernapas, sering rewel, dan tidak tahan terhadap suhu dingin. Anak yang kekurangan zat besi juga mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan kemampuan belajarnya.

Kedua, kekurangan vitamin D. Vitamin D dibutuhkan anak untuk pembentukan tulang yang kuat, sehingga kekurangan vitamin D akan mempengaruhi bentuk tulangnya. Tulang anak yang kekurangan vitamin D akan mengalami deformasi, bisa berbentuk X atau O dan betisnya tampak melengkung, atau menderita rakhitis.

Ketiga, kurang kalsium. Tanda kurang gizi juga bisa terdeteksi sejak masih bayi. Jika bayi sulit tidur, rewel, anggota badan tampak berkedut, mengalami kejang, dan detak jantungnya terasa lemah ada kemungkinan ia kekurangan kalsium.

Keempat, kurang vitamin C. Pada orang dewasa tanda kurang vitamin C yang paling umum adalah sariawan. Sedangkan pada anak gejala kurang vitamin C diikuti dengan luka yang tidak kunjung sembuh, rambut tampak kusut, dan mudah lelah. Depresi juga salah satu gejala kurang vitamin C, misalnya anak yang selalu murung, kehilangan semangat, atau bayi yang sering rewel.

Kelima, kurang vitamin B1, B6, B2, B3, B12. Bila anak atau bayi sering menangis dengan suara tinggi dan disertai dengan muntah-muntah, ada kemungkinan ini adalah gejala beri-beri, penyakit yang timbul akibat kurang vitamin B1. Lidah bengkak, sakit tenggorokan, bibir yang tampak pecah-pecah, dan kulit mengelupas di sudut bibir bisa jadi tanda anak kekurangan vitamin B2, B3, dan B 12. Jika anak sudah bersekolah dan ia mengeluh sulit berkonsentrasi mungkin ia kurang vitamin B 12.

Waspadalah jika tanda-tanda di atas diikuti diare, karena itu pertanda anak kekurangan vitamin B3. Jika anak kurang mendapat semua jenis vitamin B bisa jadi ia sering tampak murung atau rewel tanpa sebab jika masih bayi, karena salah satu tanda kekurangan semua jenis vitamin B lainnya adalah depresi

Keenam, kurang asam folat (vitamin B9). Ibu hamil yang kurang mendapat asupan asam folat sangat mungkin melahirkan bayi yang mengalami anencephaly (perkembangan tengkorak kepala tidak maksimal). Gejala lainnya adalah bayi mengalami hidrocepalus. Sementara tanda anak kurang gizi jenis asam folat adalah sariawan, lidah bengkak, kulit pucat, dan diare.

Baca Juga: Pengaruh Ucapan Positif Orang Tua pada Anak

Ketujuh, kurang vitamin A. Gangguan penglihatan adalah tanda anak kurang gizi, terutama vitamin A. Keluhan yang paling umum adalah menurunnya penglihatan di malam hari dan terjadinya radang selaput mata.

Kedelapan, kurang yodium. Tanda anak kurang gizi jenis yodium antara lain membesarnya kelenjar tiroid (gondok), pertumbuhan fisik yang lambat, dan pada tingkat lanjut bisa mengakibatkan keterbelakangan mental anak.

Kesembilan, kurang asam lemak. Jika anak mudah mengantuk dan diikut dengan demam, diare, tidak nafsu makan, pucat, dan muntah-muntah, bisa jadi ia mengalami kekurangan nutrisi asam lemak.

Kesepuluh, kurang protein. Tanda anak kurang gizi yang berasal dari protein ditunjukkan dengan gejala kulit kering, rambut berubah warna dan kering, pertumbuhan melambat, perut membesar, menurunnya berat badan, dan luka pada tubuh yang tidak segera sembuh.

Agar tumbuh kembang anak bisa optimal, orang tua perlu memastikan asupan nutrisi yang didapatkan oleh anak telah terpenuhi dengan baik. Namun terkadang, asupan gizi yang didapatkan oleh anak tidak sesuai dengan asupan makanan harian yang didapatkan. Dan apabila hal tersebut berjalan lama dapat memicu timbulnya kurang gizi pada anak. (Fathia*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

 

Sumber:

https://www.halodoc.com/artikel/ini-10-tanda-si-kecil-kurang-gizi

https://www.alodokter.com/kwashiorkor-dan-marasmus-malnutrisi-yang-mengancam-nyawa

https://www.alodokter.com/kenali-penyebab-anak-kurang-gizi-dan-gejala-awal-yang-timbul

12 Tanda Anak Kurang Gizi yang perlu Parents waspadai!

One thought on “Tanda-Tanda Kurang Gizi Pada Anak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *