Tantangan dan Kreativitas Ranting

Sosial Budaya 26 Jun 2020 0 61x

Ranting penting Cabang berkembang, ayo maju bersama.
Jangan ragu ataupun bimbang raih tujuan kita.
Hidup rukun tenteram dan syukur Keluarga Sakinah.
Masyarakat adil dan makmur dengan Qaryah Thayibah.  

Tantangan Dakwah di Cabang dan Ranting

Lirik lagu itu menggugah semangat aktivis Cabang dan Ranting yang merupakan ujung tombak gerakan serta penentuan keberhasilan program ‘Aisyiyah. Di abad kedua, dakwah ‘Aisyiyah di tingkat bawah menghadapi tantangan yang semakin berat dan beragam. Selain terkait dengan nilai-nilai moral yang semakin longgar,  tantangan ‘Aisyiyah juga meliputi berbagai bidang kehidupan.

Permasalahan ekonomi dari waktu ke waktu tidak kunjung surut dengan jumlah angka kemiskinan yang tinggi dan meningkatnya jumlah pengangguran, termasuk pengangguran terdidik. Sementara itu, kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja masih rendah. Permasalahan lain ialah meningkatnya beban negara karena jumlah lansia yang semakin banyak  sebagai akibat dari meningkatnya pola hidup sehat. Kondisi lansia itu bermacam-macam, sebagian rentan penyakit degeneratif dan kurang produktif, sebagian lagi masih aktif dan memiliki potensi yang perlu dikembangkan.

Permasalahan lain yaitu di bidang keagamaan. Tingginya semangat beragama generasi muda membuat sebagian mereka mengikuti kelompok-kelompok kajian atau halaqah yang kadang-kadang tidak sesuai dengan paham agama menurut Muhammadiyah, yaitu berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah maqbulah serta dengan pendekatan secara burhani, bayani, dan irfani.

Tidak hanya itu, permasalahan terkait keluarga pun semakin beragam. Banyak keluarga yang mengalami keretakan rumah tangga sehingga angka perceraian menjadi tinggi. Selain itu,   banyak pula terjadi  pernikahan anak. Permasalahan dalam masyarakat tersebut memerlukan perhatian serius dan solusi yang tepat.

Peran Cabang dan Ranting sebagai Problem Solver

Permasalahan dalam berbagai bidang tersebut menuntut ‘Aisyiyah di tingkat Cabang dan Ranting hadir sebagai problem solver. ‘Aisyiyah dituntut bekerja keras, mulai dari (1) melakukan need assessment, (2) melihat kekuatan internal dan dukungan eksternal, dan (3) merumuskan strategi yang tepat. Strategi ini harus berupa berbagai kegiatan nyata yang mampu menarik simpati masyarakat karena persaingan layanan yang semakin berat.

Untuk itu, diperlukan inovasi-inovasi dalam kemasan program dan layanan, temasuk pengelolaan amal usaha. Langkah-langkah yang perlu dilakukan Cabang dan Ranting adalah sebagai berikut.

Pertama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membentuk etos kerja produktif dan mandiri.  Diperlukan penanaman jiwa enterpreneur kepada remaja dan pemuda-pemudi dengan berbagai kursus, pelatihan, pemagangan, dan budidaya potensi alam yang ada di daerah itu. Tentu dalam langkah ini diperlukan pembekalan ilmu pengetahuan dengan gerakan literasi masyarakat dan keluarga.

Kedua, pelaksanaan agenda strategis ‘Aisyiyah tentang penguatan keluarga dengan mengadakan kursus pranikah dan pemberian materi-materi yang terkait dengan keluarga sakinah di pengajian-pengajian maupun khutbah Jumat.

Ketiga, mengintensifkan  kajian-kajian keagamaan yang sasarannya remaja dan keluarga muda.

Keempat, pembinaan  para lanjut usia  agar menjadi lansia yang sehat, takwa, mandiri, dan bermanfaat. Lansia yang masih mampu berkarya dibina agar merasa berguna.

Kelima, mengemas kampung menjadi kampung ramah anak yang nyaman, aman, serta terdapat sudut-sudut baca yang menarik untuk berbagai usia.

Keenam, menggairahkan warga untuk memakmurkan masjid-masjid sehingga masjid merupakan tempat yang dirindukan oleh warga.

Ketujuh, Posyandu dan Posbindu dikemas dengan layanan yang menarik sehingga warga masyarakat selalu memiliki alokasi waktu untuk memanfaatkannya. Pelaksanaan ketujuh layanan tersebut tentu memerlukan SDM yang bersedia menekuni dalam jumlah yang memadai serta dengan pembagian tugas yang baik. Tentu diperlukan juga upaya-upaya fundraising untuk pendanaannya. Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah tetap optimis karena  masing-masing majelis akan menangani tugas-tugas yang sesuai dengan bidangnya. (Mahsunah)

Tulisan ini pernah dipublikasikan pada Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 2, Februari 2020

Sumber ilustrasi : http://www.aisyiyah.or.id/id/berita/cerita-tentang-batik-hijau-nasional-aisyiyah.html

Leave a Reply