Berita

Tanwir Aisyiyah: Mantapkan Peran Dakwah Aisyiyah Memajukan Kehidupan Bangsa dan Kemanusiaan Semesta

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Saat ini dan ke depan, ‘Aisyiyah dihadapkan pada tantangan dan permasalahan yang kompleks, termasuk yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh bangsa Indonesia dan warga dunia. “Dakwah ‘Aisyiyah makin dituntut memperluas jangkauan pembinaan dakwah sesuai era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan zaman,” kata Siti Noordjannah Djohantini.

Agar mampu berkiprah dan memberikan solusi di tengah percaturan zaman, ‘Aisyiyah perlu meningkatkan kualitas dan jangkauan dakwahnya, baik di tingkat nasional maupun global. Gerakan ‘Aisyiyah, kata Noordjannah, dituntut adaptif terhadap perkembangan iptek dan pada waktu bersamaan mengedepankan keadaban mulia.

Yang tidak kalah penting, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah itu mengajak warga ‘Aisyiyah untuk makin memperluas binaan di tingkat jamaah/komunitas. “Karena kekuatan persyarikatan Muhammadiyah, khususnya ‘Aisyiyah sangatlah ditopang dan ditentukan oleh kekuatan-kekuatan jamaah kita, komunitas kita,” ujarnya.

Baca Juga: ‘Aisyiyah: Spirit Perempuan Berkemajuan

Lebih lanjut, Noordjannah mengatakan bahwa masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya memerlukan kebersamaan, saling membantu, dan bahu membahu dalam perbedaan untuk meraih kemajuan hidup bersama. Prinsip taawun itu perlu dikuatkan oleh semua pihak, termasuk ‘Aisyiyah.

“Karenanya, melalui kerja-kerja dakwah ‘Aisyiyah, ‘Aisyiyah harus menjadi kekuatan masyatakat sipil, menjadi kekuatan organisasi sosial-keagamaan yang membawakan dakwah rahmatan lil ‘alamin,” terang Noordjannah dalam Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang mengusung tema “Optimis Hadapi Covid-19 Menuju Sukses Muktamar”, Kamis (30/6).

Sebagai sebuah bangsa yang besar, katanya melanjutkan, Indonesia memerlukan peran strategis dan dinamis ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muslim yang berkemajuan. Dalam hal ini, di usianya yang sudah lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah berkiprah menjalankan dakwah, mengemban misi dakwah rahmatan lil ‘alamin, serta membawa misi dakwah menjunjung martabat dan meningkatakan derajat kaum perempuan Indonesia.

Atas nama PP ‘Aisyiyah, Noordjannah berharap muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah dapat menjadi tonggak untuk terus melaju melanjutkan dakwah ‘Aisyiyah di abad kedua. “Oleh karenanya, muktamar ‘Aisyiyah ke-48 adalah muktamar yang sangat penting dan strategis dalam memantapkan peran dakwah ‘Aisyiyah dalam memajukan kehidupan bangsa dan peran dakwah kemanusiaan semesta melalui kebijakan-kebijakan, program-program, dan agenda-agenda yang akan diputuskan di dalam muktamar dan akan diawali tentu ikhtiar persiapannya pada tanwir bersama ketiga ini,” kata dia. (sb)

Related posts
Sejarah

Muktamar Ke-37 Yogyakarta, Muktamar Pertama Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah

‘Aisyiyah berdiri pada 27 Rajab 1335 H atau bertepatan dengan 19 Mei 1917 M. Nama ‘Aisyiyah bermakna pengikut ‘Aisyah, istri Nabi Muhammad…
Tokoh

Andi Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama Perguruan Tinggi Islam Negeri Itu adalah Kader Aisyiyah

Andi Rasdiyanah lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 14 Februari 1935. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika ia…
Berita

Cerahkan Peradaban Bangsa, RSIJ Cempaka Putih dan Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Semiloknas

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah-‘Aisyiyah melalui Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, MPKU PP Muhammadiyah, dan RSIJ Cempaka Putih mengadakan kegiatan Seminar dan Lokakarya…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.