Aksara

Tapak pada Bulir Padi

bulir padi
bulir padi

bulir padi (greatnesia.id)

Oleh: Hajar Nur S

 

Pada bulir padi

tertapak jejak kakiku,

Saat melangkah mundur, tapak demi tapak,

Saat menanam padi, satu demi satu,

Meski tak satu pun mengingatku,

jangankan menyebut, apalagi mengakui

 

Pada sayur yang menyehatkan raga,

tertoreh jejak tanganku,

Saat menyemai benih pada tanah yang basah,

Saat menabur harap agar tanaman bertumbuh

mencukupi pangan sekalian makhluk-Nya

Meski tak satu pun mengingatku,

jangankan menyebut, apalagi mengakui

 

Pada buah yang kau cecap,

Tertapak jejak peluhku

Saat tak pernah kuhitung berapa lama

kuhabiskan waktu di ladang,

Saat buah hati kupanggul di atas punggung

sembari bertani,

Meski tak satu pun mengingatku,

jangankan menyebut, apalagi mengakui

 

Aku merapal doa,

Agar perubahan iklim tak mengacaukan masa turun hujan,

Agar kami bisa memanen dengan jari jemari,

Toh hutang benih, hutang pupuk,

dan hutang obat hama selalu membayang

Toh kami tak tahu harga, tak punya tanah,

Kami hanya ingin keringat petani berbuah senyum merekah,

Bukan tatapan nanar menahan kecewa,

 

Siapa aku,

Penjaga tanah lestari

Merawat tradisi berbekal teturun ilmu,

agar keberkahan mengitari bumi

Oh siapa aku,

Perkenalkan, aku PETANI PEREMPUAN

Related posts
Inspirasi

Bermula Dari Kebun Gizi, Jadilah Kelompok Tani

Kadini dan anggota Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah tak menyangka, jika bibit tanaman bunga matahari yang mereka tanam sejak Februari akan bermekaran indah…
Aksara

Ibumu adalah Bidadarimu

Oleh: Dadang Kahmad   Anakku… Ibumu adalah pintu sorga bagimu Kebaikannya luar biasa Tidak tergantikan sepanjang masa.   Ibumu orang pertama yang…
Aksara

Hati Terpilih

Oleh: Ika Zardy Saliha Di bawah cahaya rembulan, saat para pecinta menjumpai kasih-Nya Luap air matanya menggugur noda, mereguk kasih yang pernah…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *