Tema Milad ‘Aisyiyah 104, Wajah Kontekstual Gerakan

Berita 19 Mei 2021 2 363x
Milad Aisyiyah 104

Milad Aisyiyah 104

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian ‘Aisyiyah selama 104 tahun sejak didirikan. Dalam konteks milad Aisyiyah ke-104, Haedar melihat wajah kontekstual dalam gerakan ‘Aisyiyah tercermin dalam tema yang diangkat, di mana persatuan dan kebaikan merupakan hal yang harus selalu diupayakan, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19.

Apresiasi Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut disampaikan dalam resepsi milad ‘Aisyiyah yang diselenggarakan pada Rabu (19/5) secara daring. Dalam kesempatan tersebut, Haedar menyampaikan beberapa poin penting terkait peran strategis ‘Aisyiyah di tengah dinamika kebangsaan dan kehidupan masyarakat global.

Mewakili Muhammadiyah, Haedar menyampaikan dukungan penuh usulan ‘Aisyiyah kepada Pemerintah Indonesia untuk mengangkat Siti Hayinah dan Siti Munjiyah untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. “Kami percaya bahwa Siti Hayinah dan Siti Munjiyah memang layak menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.

Baca Juga

Milad Ke-104, ‘Aisyiyah Usulkan Siti Hayinah dan Siti Munjiyah Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional

“Merekat Persatuan, Menebar Kebaikan di Masa Pandemi”. Menurut Haedar, secara substantif, Islam sangat mendukung nilai-nilai persatuan dan kebaikan. Terbukti dengan banyaknya ayat dalam al-Quran yang menyuarakan pesan persatuan dan kebaikan, seperti QS. al-Hujurat [49]: 10 dan QS. al-Maidah [5]: 2.

Dalam upaya merekat persatuan, Haedar berharap agar setiap kelompok umat dan bangsa untuk tidak mendahulukan kepentingan-kepentingan sempit dan sesaat yang mengakibatkan satu sama lain berlomba-lomba dalam keburukan. Sebab jika tindakan negatif tersebut dijalankan, maka akan banyak pihak yang merasa terancam. “Ketika kita merekat persatuan, maka tanamkanlah nilai-nilai luhur agar nilai-nilai persatuan tidak rusak,” ujarnya.

Adapun dalam konteks menebar kebaikan, Haedar mengingatkan untuk terus memanifestasikan sikap saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa dan bukan dalam kejelekan dan maksiat. Ia mengingatkan bahwa akan selalu ada resistensi terhadap nilai kebaikan yang disuarakan dan disebarkan.

“Baik dalam kehidupan keumatan dan kebangsan, kita berhadapan dengan realitas di mana nilai-nilai kebaikan dan persatuan yang terus digaungkan oleh berbagai komponen bangsa dan civil society berhadapan dengan tindakan yang mengancam nilai kebaikan dan persatuan,” jelas Haedar.

Apa yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina, menurut Haedar, adalah bukti otentik bahwa saat ini masih ada pihak yang menggunakan paradigma konflik, ekspansi, dan kekuasaan. Paradigma ini, tuturnya, jelas mengancam masa depan bangsa dan peradaban.

Baca Juga

‘Aisyiyah Mengutuk Agresi Militer Israel terhadap Palestina

Terhadap eksistensi pihak-pihak yang membawa paradigma ‘predator’ tersebut, Muhammadiyah-‘Aisyiyah mengajak segenap elemen masyarakat, terutama anggota persyarikatan, untuk menanamkan nilai-nilai dan norma, disertai state of mind (alam pikiran) untuk merekat persatuan dan menebar kebaikan yang berspirit Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Mari terus mendoakan saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang menghadapi agresi zionis Israel yang didukung oleh kekuatan besar internasional. Dalam hal ini, Palestina membutuhkan pembelaan dan dukungan kita. Sebagai bangsa yang punya pengalaman dijajah, kita harus berempati terhadap penderitaan warga Palestina,” ujar Haedar.

Dalam momentum milad ‘Aisyiyah ini, Haedar berdoa agar Allah swt. senantiasa merahmati gerak langkah Muhammadiyah-‘Aisyiyah. “Mudah-mudahan Allah merahmati kita, dan milad ini menjadi milad yang penuh rahmat,” pungkasnya. (sb)

Baca Juga

Pidato Milad ‘Aisyiyah Ke-104 M: Merawat Persatuan, Menebar Kebaikan

2 thoughts on “Tema Milad ‘Aisyiyah 104, Wajah Kontekstual Gerakan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *