Terima Wakaf Tanah dan Bangunan, PWM Aceh: Akan Dimanfaatkan untuk Rumah Tahfiz Al-Quran

Berita 27 Agu 2021 0 208x

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah Kamis tanggal 26 Agustus 2021, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh secara resmi menerima wakaf tanah dan bangunan seluas 524 meter persegi yang terletak di jalan Ujung Bate, No. 2, Kelurahan Seutui, Kecamatan Baiturahman, Kotamadya Banda Aceh, Provinsi Istimewa Aceh.

Sebuah rumah bangunan bergaya modern nampak berbeda dari rumah di sekitarnya. Rumah bercat putih dan pintu warna cokelat itu dari luar tampak kokoh dan terkesan bersih. Rumah itu merupakan milik Cut Hasniar, yang oleh putra-putri beliau diwakafkan kepada PWM Aceh. Keputusan untuk mewakafkan rumah tersebut merupakan wasiat atau pesan dari orang tua kepada anak cucunya, agar rumah tersebut dirawat dan dimanfaatkan untuk kepentingan amal.

Ketua PWM Aceh Muharrir Asy’ari menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah swt. atas berlangsungnya penandatangaan ikrar wakaf ini. “InsyaAllah rumah ini nantinya akan dipergunakan untuk program tahfiz al-Quran bagi mahasiswa Unmuha Aceh,” ujarnya.

Baca Juga: Jejak Emas Filantropi Muhammadiyah-Aisyiyah

Sebagaimana yang telah diamanahkan oleh wakif, tanah dan bangunan tersebut agar terus  dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga pahala yang diperoleh wakif tidak putus hingga akhirat.

Ikrar wakaf dari ahli waris diwakili oleh Adhadian (40) diserahkan kepada Ketua Nazir PWM Aceh Aslam Nur, yang dilaksanakan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Baiturrahman Syaifullah dan 2 orang saksi. Dalam prosesi ikrar wakaf tersebut, Muharrir Asy’ari memberikan tausiyah yang menjelaskan bahwa wakaf merupakan ibadah dan salah satu cara untuk mengekalkan harta. Hadir juga Sekretaris Nazir Nuzulman, Bendahara Nasrullah Jakfar, Anggota Suardi Saidi dan Nurul Bahri, serta anggota PWM lainnya.

Suami dari Cut Hasniar, Muhyan Yunan mengatakan, “bismillah, kami wakafkan rumah ini kepada Muhammadiyah agar dimanfaatkan untuk kepentingan kemaslahatan umat yang diatur oleh pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh kepada masyarakat yang lebih luas lagi”. (Agusnaidi B/sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *