Berita

Tiga Kader Muhammadiyah Jadi Saksi Kasus Ujaran Kebencian AP Hasanuddin

Mamun Murod

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah –  Kasus ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah dengan tersangka AP Hasanuddin terus berlanjut. Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mulai memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

Selasa (9/5), Bareskrim Polri memanggil tiga kader Muhammadiyah ke Gedung Awaloedin Djamin lantai 15 Dittipidsiber Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Ketiga kader itu adalah Ma’mun Murod, Ismail Fahmi, dan Muhammad Mashuri Mashuda.

Dalam memberikan keterangan sebagai saksi, ketiganya akan didampingi Tim Pengacara dari LBH dan Advokasi Publik PP Muhammadiyah dan unsur dari Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah.

Baca Juga: Pandangan Muhammadiyah tentang Pemilu dan Suksesi Kepemimpinan 2024

Sebelumnya, Ma’mun Murod dalam cuitan di akun Twitternya @mamunmurod_ menyampaikan bahwa pengaduan Muhammadiyah tidak lain adalah karena ujaran kebencian dan ancaman yang dilontarkan AP Hasanuddin di kolom komentar Facebook Thomas Jamaluddin.

“Yang dosial dan dilaporkan ke kepolisian itu ujaran kebencian AP yang mengancam membunuh warga Muhammadiyah dan ini delik hukum,” cuitnya, Rabu (3/5). (sb)

Related posts
Haji

Jalin Silaturahmi, PCIM Arab Saudi Gelar Temu Jemaah Haji Muhammadiyah

Jemaah haji diminta untuk menjaga diri baik jelang Armuzna maupun saat berlangsung puncak haji. Hal tersebut disampaikan oleh Anwar Abbas, Ketua PP…
Wawasan

Mengantisipasi Infiltrasi Salafi

Oleh: M. Husnaini* Pimpinan dan aktivis Muhammadiyah di banyak tempat kerap mengeluhkan fenomena masuknya Salafi ke lingkungan Muhammadiyah. Salafi memang diakui memiliki…
Berita

Abdul Mu’ti Ajak Warga Muhammadiyah Sikapi Pemilu 2024 dengan Arif dan Bijaksana

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP Muhammadiyah mengawali Pengajian Umum tahun 2024 dengan mengusung tema “Muhammadiyah dan Pemilu 2024”. Pengajian yang berlangsung secara…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *