Berita

Tiga Pilar Religiusitas yang Mencerahkan: Spiritualitas, Ilmu Pengetahuan, Akhlak

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Secara terminologi, religiusitas merupakan keyakinan, amal, dan spiritualitas. Menurut Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni, ada beberapa indeks dari religiusitas, yakni: (a) selalu ingat Allah dan ajaran agama; (b) meyakini dan memohon hidayah Allah; (c) yakin akan kebenaran ajaran Islam; (d) merasa bahagia dengan agama; (e) menjalankan ajaran agama, dan; (f) berjamaah atau merasa bagian dari umat Islam.

Pernyataan itu disampaikan dalam Pengajian Ramadhan 1443 H PP Muhammadiyah, Selasa (5/4). Dalam sesi yang mengangkat tema “Religiusitas yang Mencerahkan dalam Ajaran Islam: Perspektif Normativitas dan Historisitas” ini, Syafiq mengatakan bahwa umat Islam harus berupaya meningkatkan religiusitas agar benar-benar menjadi muslim yang dikehendaki oleh Allah swt.

Merujuk survei yang dilakukan Pew Research Center (2020), Syafiq mengungkapkan bahwa masyarakat di 34 negara masih menganggap bahwa agama memainkan peran yang penting di tengah kehidupan mereka. Dari 34 negara tersebut, Indonesia menempati posisi tertinggi dengan tingkat religiusitas mencapai 98%.

Sementara itu, berdasarkan Transparansi Internasional (2021), di antara negara-negara Asia, hanya Singapura (5) yang masuk ke dalam 10 negara paling bersih. Dari angka tersebut, menurut Syafiq, besar kemungkinan survei tentang religiusitas yang dilakukan Pew Research Center tidak diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang akhlak/moral, dan sekadar memuat unsur pertanyaan spiritualitas. Padahal, spiritualitas dan moralitas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam konteks religiusitas yang mencerahkan, Syafiq menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mencerahkan. Dari situ, maka umat Islam semestinya adalah umat yang tercerahkan dan mencerahkan. Dalam proses “pencerahan” itu, ada tiga pilar yang saling berkait kelindan, yakni spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan akhlak. “Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa Islam itu adalah agama yang mencerahkan. Dengan Islam inilah maka dunia ini tercerahkan,” terangnya.

Tanpa spiritualitas, kata Syafiq, manusia tidak akan tercerahkan. Tanpa ilmu pengetahuan, umat Islam akan menjadi kelompok yang terbelakang. Dan tanpa akhlak, ilmu pengetahuan tidak akan ada gunanya. “Ketiga-tiganya harus secara integratif kita manfaatkan di dalam gerakan-gerakan pencerahan itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Buka Pengajian Ramadhan 1443 H, Haedar Nashir Ajak Warga Muhammadiyah Hadirkan Religiusitas yang Mencerahkan

Lebih lanjut, Syafiq menjelaskan bahwa secara normatif, sebagai seorang individu, umat Islam dituntut untuk berislam secara totalitas, menjadi orang yang beriman, berilmu, bertakwa, melaksanakan syariat, dan berakhlak/berihsan. Sementara di ranah seosial, umat Islam dituntut untuk menjadi ummatan wasathan dan khaira ummah.

Adapun secara historis, di dalam Islam ada prinsip perkembangan (numuww al-diyanah), ajaran ‘azimah dan rukhshah (al-‘azimah wa al-rukhshah), teologi taklif (asas al-taklif), dan teologi insyirah (asas al-insyirah). Oleh karena ada prinsip-prinsip ini, Syafiq mengingatkan agar umat Islam tidak mengklaim bahwa ia lebih Islam daripada orang lain, sebab setiap orang punya kondisi yang berbeda-beda.

Sebagai penutup, Syafiq menjelaskan bahwa: (a) religiusitas pada seseorang mengalami perkembangan; (b) Islam menuntut kondisi yang ideal; (c) kesenjangan antara yang ideal dan yang nyata bisa terjadi; (d) religiusitas bisa mengalami pasang-surut; (e) religiusitas harus berkembang menuju yang ideal; (f) Islam adalah agama pencerahan individu dan masyarakat; (g) ijtihad dan tajdid adalah jalan pencerahan, dan; (h) akal dan ilmu pengetahun adalah instrumen pencerahan. (sb)

Related posts
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Tausyiyah Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Silaturahmi Idulfitri 1443 H Keluarga Besar Muhammadiyah

PP Muhammadiyah melalui Haedar Nashir selaku Ketua Umum menyampaikan selamat Idulfitri 1443 H. Taqabbalallu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.