Tiga Tips Menurunkan Demam

Gaya Hidup Info Sehat 7 Okt 2021 0 63x

demamDemam atau panas merupakan reaksi alami tubuh untuk melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Ketika tubuh sedang melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh, tubuh akan mengeluarkan sejumlah panas.

Kurnia Dewi Anisa (2019) dalam “Efektivitas Kompres Hangat Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Pada AN.D Dengan Hipertermia” menyebut, seseorang dikatakan demam apabila suhu tubuh telah mencapai keadaan yang tidak normal atau di atas 37,2 derajat celcius (Kurnia, 2019). Sementara itu, mengutip laman @alodokter.com, demam biasanya disertai dengan beberapa gejala, di antaranya adalah sakit kepala, berkeringat, menggigil, lemas, nyeri otot, serta hilangnya nafsu makan.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah

Ketika seseorang mengalami demam, seseorang tetap diperbolehkan untuk mandi. Akan tetapi, sebagaimana informasi yang dimuat di laman @sehatq.com, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti: pertama, hindari mandi dengan menggunakan air dingin, karena air dingin justru akan membuat tubuh menggigil. Ketika sedang demam, seseorang disarankan untuk mandi dengan air hangat.

Kedua, perhatikan durasi waktu mandi. Ketika sedang demam, sebaiknya jangan berlama-lama ketika mandi. Disarankan untuk tidak lebih dari 10-15 menit. Ketiga, gunakan sabun. Mandi dengan menggunakan sabun berguna untuk mencegah bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Keempat, ketika tubuh merasa tidak kuat untuk mandi, maka jangan dipaksakan karena akan berisiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kurnia (2019) menjelaskan ada tiga tips untuk membantu menurunkan panas atau demam, yakni: (a) kompres air hangat. Mengkompres tubuh yang demam dengan air hangat berfungsi menurunkan kontrol pengaruh suhu di otak supaya tidak meningkatkan suhu pengatur tubuh; (b) memperbanyak asupan cairan (minum), dan; (c) memberikan obat penurun panas acetaminophen atau paracetamol, seperti tempra, panadol, paracetol, atau tylenol sesuai dosis. (rizka)

*mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *