Tim ‘Aisyiyah NTT Berikan Dukungan Psikososial bagi Warga Terdampak Badai Siklon Seroja

Liputan 17 Apr 2021 3 323x
Aisyiyah Bantu Penyintas Badai SIklon Teroja

Aisyiyah Bantu Penyintas Badai Siklon Teroja

Oleh: Suwarni Sulaiman*

Badai Siklon Seroja dan banjir bandang di Nusa Tenggara Timur pada 4-5 April lalu telah meluluhlantahkan harta benda masyarakat. Selain itu, bencana alam tersebut juga menyerang psikis warga terdampak.

Upaya Pemulihan Gangguan Psikis

‘Aisyiyah sebagai organisasi otonom perempuan Muhammadiyah telah mengambil peran dalam aksi sosial dan kemanusiaan, dengan turun ke lapangan untuk memberikan dukungan psikososial pasca Badai Siklon Tropis Seroja. Pemberian bantuan tak hanya dengan materi semata, namun juga bantuan psikis. Salah satu yang dilakukan adalah memberikan layanan dukungan psikososial, yakni suatu kegiatan layanan pemberian bantuan berupa pemulihan untuk mengatasi gangguan psikologis, seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu korban bencana alam.

Bencana ini sudah pasti menyisakan trauma yang sangat dalam bagi para warga terdampak. Oleh karenanya, aksi pendampingan bagi para korban ini sangat penting untuk dilakukan agar bisa mengatasi trauma mereka. Dalam pendampingan ini, ‘Aisyiyah bergandengan tangan dengan putri-putrinya kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) turun ke lapangan menembus panas teriknya Kupang.

Perjalanan Menuju ke Lokasi Terdampak

Rabu, 14 April 2021, tim ‘Aisyiyah menempuh perjalanan sekitar 28 km dari Kota Kupang menuju Kabupaten Kupang, tepatnya di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kurang-lebih 1 jam perjalanan Tim Psikososial ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Pos Koordinasi Tanggap Bencana Siklon Tropis Seroja ini tiba di lokasi bencana tersebut. Turut serta dalam perjalanan tersebut adalah para medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Pekanbaru yang sudah 2 hari menjalankan tugas di lokasi.

Lokasi Posko bencana itu tepat berada di SD Inpres Tuapukan, yang sebagian bangunan sekolah tinggal menyisakan puing-puing tembok yang sudah miring. Atap seng sudah disapu bersih oleh badai. Halaman sekolah itu penuh lumpur yang tebalnya sekitar 7-10 cm. Untuk masuk ke lokasi tersebut harus berjalan dengan hati-hati karena melewati lumpur tebal yang sebagian sudah agak kering. Di sana tampak ada 2 tenda barak milik TNI yang sudah berdiri tegak.

Saat kami tiba di lokasi, Orang Muda Katolik (OMK) dan para Suster tengah memberikan bantuan di depan posko jaga. Karena Tim Medis sudah tiba lebih dulu sebelum kami, maka kami pun langsung masuk dan memperkenalkan diri kepada Kepala Sekolah dan Guru yang sedang berdiri memantau siswa mereka.

Dukungan Layanan Psikososial bagi Anak

Setelah memperkenalkan diri, kami diizinkan untuk mendampingi siswa-siswi mereka untuk belajar di teras sekolah. Kami dibantu oleh para TNI untuk mengambil bangku di halaman sekolah yang telah tertanam dengan lumpur agar bangku tersebut bisa dipakai oleh anak-anak untuk duduk dan belajar. Antusiasme para siswa begitu tinggi. Kami mengajak mereka bernyanyi, bermain, dan memberikan reward bagi yang berani menjawab pertanyaan atau berani maju ke depan.

Setelah itu, kami menyempatkan waktu untuk mendengar isi hati mereka saat kejadian bencana berlangsung. Dalam hati kecil, ingin rasanya menangis melihat tingkah polos mereka; ada yang belum sarapan, ada yang kehilangan harta bendanya hingga hanya tinggal baju di badan, ada yang kehilangan rumah, dan sebagainya.

Saat kami belajar bersama mereka, para siswa-siswi yang lain pun berdatangan hingga kami harus membagi dalam 3 kelompok besar berdasarkan usia dan kelas. Dalam 3 kelompok itu, ada yang siswa TK/PAUD, sedangkan sebagian besar yang lain adalah siswa-siswi kelas 2-6 SD. Mereka didampingi oleh tim psikososial di masing-masing kelompok.

Dukungan Layanan Psikososial bagi Ibu

Pada tempat yang berbeda, kami membentuk kelompok lain yang terdiri dari ibu-ibu. Mereka datang ke SD untuk menjaga dan memeriksa kondisi kesehatan anaknya. Terhadap kelompok ini, kami memberikan pembinaan rohani dan penguatan iman. Mereka mendengar dengan serius dan semangat bertanya. Setelah itu kami mendengar cerita mereka yang hampir semuanya kehilangan harta benda rumah mereka.

“Tuhan masih sayang kami karena tidak ada korban jiwa. Biar harta kami habis, yang penting suami dan anak-anak kami masih dilindungi Tuhan,” kata seorang di antara mereka. Miris hati ini mendengar cerita mereka. Namun, kami harus tegar di hadapan mereka.

Tidak selamanya perbuatan baik berjalan mulus. Ada saja orang yang tidak menyukai apa yang telah kami perbuat, walaupun niat kami tulus ingin membantu. Sebagian besar warga di daerah tersebut adalah warga eks-Timor Timur yang berbeda keyakinan dengan kami. Tapi syukurlah, di akhir pertemuan, kami merasa haru dan bahagia setelah melihat senyum mereka yang mengharapkan kami kembali lagi.

Setelah melakukan kerja bakti bersama warga sekolah untuk membersihkan lumpur, kami pun berpamitan pulang. Inilah wujud bakti Muhammadiyah pada bangsa dengan tidak memandang ras, agama, dan golongan. “Sungguh berat menjadi kader Muhammadiyah, jika masih ragu dan bimbang lebih baik pulang”. Ungkapan dari Jenderal Sudirman ini menjadi penutup dalam rapat evaluasi pendampingan kami setelah pulang dari lokasi bencana.

*Ketua PDA Kota Kupang, Ketua MEK PWA NTT, dan Koordinator Divisi Psikososial POSKOR Muhammadiyah Respon Siklon Tropis Seroja NTT

3 thoughts on “Tim ‘Aisyiyah NTT Berikan Dukungan Psikososial bagi Warga Terdampak Badai Siklon Seroja”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *