Tim GMPS Lakukan Audiensi Bersama Rektor UMS Surakarta

Berita 1 Mar 2021 0 64x

Jawa Tengah, Suara ‘Aisyiyah – Tim Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS) melakukan audiensi bersama Sofyan Anif selaku Ketua panitia pelaksana Muktamar mendatang sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (27/2).

Kegiatan audiensi tersebut dihadiri oleh Ummul Baroroh selaku Ketua PWA Jawa Tengah, Alpha Febela Priyatmo selaku Anggota MLH PWM Jawa Tengah, Lilik Prihantini selaku Ketua LLHPB Jawa Tengah, Deny Ana I’tikafia selaku Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB Jawa Tengah, serta beberapa perwakilan jajaran lainnya.

“Sewaktu S1, saya sempat mengajar pengelolaan sampah, sehingga sampai saat ini ghirah keilmuan sampah masih melekat. Pengadaan kit berbasis sampah pasti akan lebih disukai oleh banyak pihak, harapannya kegiatan muktamar mendatang tidak hanya sukses sidang, penampilan, ataupun gaya Muktamarnya saja, melainkan kita juga dapat menghadirkan kit yang berbeda dengan periode sebelumnya,” ungkap Sofyan Anif.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian materi GMPS di arena Muktamar mendatang yang disampaikan oleh Ummul Baroroh. “Saya berupaya untuk mengajak PWM se-Indonesia untuk GMPS ini. Karena, jika sudah satu persepsi maka ke depannya segala hal yang kita lakukan akan lebih mudah,” terangnya.

Ummul Baroroh juga menekankan Muktamar yang akan datang diharapkan dapat terselenggara dengan gerakan Muktamar berbasis Peduli Sampah ataupun Green Muktamar. Hal ini dapat diajukan dihasil persidangan sehingga nanti ada keputusan dari tanwir Aisyiyah, untuk pengelolaan sampah Aisyiyah yang lebih disiplin, telaten, dan kebal dari serangan kritik.

Menanggapi pemaparan dari PWA Jateng, Rektor UMS menekankan bahwa Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah ini dapat bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup dan Majelis Ekonomi. Selain itu, jika kelak gerakan tersebut dapat menghasilkan sebuah produk maka dapat bekerjasama dengan Lembaga Budaya. “Jika kaitannya dengan produk yanng bernilai ekonomi, juga bisa dikerjasamakan dengan Lembaga Budaya, ini ada jagonya desain pak Alfa, sehingga menjadi menarik, contohnya rompi dari sampah. Produk tersebut dapat didesain seperti batik, sehingga tidak hanya menarik tapi juga bernilai ekonomi tinggi,” jelas Sofyan.

Kontributor: Deny Ana I’tikafia

Leave a Reply