Haji

Tinggalkan Kota Makkah Pulang Melalui Bandara Madinah: Bahagia Pulang Ke Tanah Air, Tapi Sedih Tinggalkan Tanah Suci

MAKKAH — Suara ‘Aisyiyah. Jamaah haji Indonesia mulai meninggalkan Kota Makkah dan bergeser ke Madinah sebelum kemudian pulang ke Tanah Air. Kloter SOC 02 asal Temanggung dan Magelang menjadi jemaah pertama yang akan pulang ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah.

Berdasarkan pantauan pada Jumat (21/6/2024) pagi, ratusan jemaah Kloter SOC 02 tampak menunggu di dekat pintu keluar Hotel 412 di wilayah Raudhah, Makkah.

Hari Tinggalkan Makkah

Sesaat akan naik bus, salah satu jamaah asal Temanggung tampak gembira setelah menunaikan ibadah haji. Namun, ia juga mengaku sedih lantaran akan meninggalkan Kota Suci Makkah.

“Bahagia namun sedih harus meninggalkan Makkah,” ucap jamaah berpeci hitam itu sembari naik ke atas bus. Jamaah lainnya, Kurnia Nur (44 tahun) menangis bahagia setelah menunaikan ibadah haji dan akan pulang ke Tanah Air.

“Alhamdulillah senang sekali bisa ke Baitullah. Apapun tidak ada kendala yang berarti, semuanya bisa teratasi dengan aman dan nyaman. Kami jamaah merasa sangat dimuliakan,” ujarnya sembari menyeka air matanya.

Bahkan, lanjut dia, para petugas haji yang ditemuinya semuanya baik dan ramah. Sementara itu, Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan, untuk keberangkatan pertama jamaah haji ke Madinah ada beberapa kloter. Di antaranya adalah Kloter SOC 02.

“SOC 02 ini dari Kabupaten Temanggung dan sebagian dari Magelang ya. Alhamdulillah seluruh persiapan kaitan dengan rencana kepulangan ini sudah siap,” ujar Arsyad saat ditemui di lokasi.

Kepulangan Gelombang l

Karena jamaah Kloter SOC 02 ini masuk kategori keberangkatan awal, maka barang-barang bagasi jamaah sudah ditimbang sejak sebelum berangkat melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Jumlah jamaah Kloter SOC 02 yang akan pulang ke Tanah Air ini berjumlah 360 jamaah ditambah dengan lima petugas haji. Dia pun bersyukur jamaah haji yang tergabung dalam kloter ini tidak ada satu pun jamaah yang wafat selama melaksanakan proses ibadah haji.

Beberapa jamaah yang terganggu kondisi kesehatannya juga tidak melaksanakan ibadahnya sendiri, tapi disafari wukufkan. “Kemudian ada juga jamaah yang mungkin karena kondisi lelah mereka juga tidak melaksanakan sendiri, dibadalkan beberapa bagian daripada rangkaian ibadah hajinya,” jelas Arsyad.

Related posts
Haji

Menko PMK Apresiasi Sukses Haji Tahun Ini

Makkah-Suara ‘Aisyiyah. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Menurutnya…
Haji

Pemerintah Arab Saudi: Jemaah Haji 2024 1,8 Juta Orang, Terbanyak Dari Asia

Makkah-Suara ‘Aisyiyah. Jumlah jemaah haji tahun 2024 mencapai 1,8 juta orang. Hal tersebut disampaikan oleh General Authority for Statistics Arab Saudi  Arab…
Haji

Jemaah KBIHU 'Aisyiyah City Tour Ke Thaif, Belajar Sejarah Nabi dan Kagumi Alam Thaif

Makkah-Suara ‘Aisyiyah. Usai melaksanakan puncak ibadah haji, sembari menanti jadwal pendorongan menuju Madinah, tidak jarang jemaah menggunakan waktunya untuk melakukan rihlah atau…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *