Kesehatan

Tips Berpuasa bagi Lansia

puasa lansia
puasa lansia

(foto: istockphoto)

Oleh: Asita Rohmah Mutnawasitoh*

Puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali bagi orang lanjut usia. Namun bagi lanjut usia yang tidak mampu menjalankan puasa, para ulama menyepakati bahwa mereka diperbolehkan tidak berpuasa dan tidak ada qodho baginya, namun dapat digantikan dengan membayar fidyah sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan. Pendapat ini merujuk pada firman Allah dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 184,

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya, “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjalani puasa yang aman bagi para lansia:

Menjaga Asupan Makanan dan Nutrisi

Pengaturan porsi makanan selama puasa pada lanjut usia menjadi sangat penting pada saat puasa, yaitu dengan prinsip rendah kalori namun padat nutrisi. Lanjut usia sebaiknya lebih banyak mengonsumsi protein dan membatasi karbohidrat serta gula selama berpuasa.

Dengan seiring bertambahnya usia, pemenuhan protein terus bertambah sedangkan asupan lemak dan karbohidrat harus diatur dan dibatasi. Kebutuhan kalori usia 50 tahunan menjadi sebesar 2.150 kkal.

Asupan tersebut dapat dipenuhi ketika sahur dan buka. Pertama, menu sahur. Untuk menu sahur dapat menyajikan satu hidangan lengkap dengan komposisi karbohidrat, protein, serat, dan sedikit lemak, serta makanan tambahan yang mudah diserap, seperti buah dan susu. Menjelang imsak dapat mengonsumsi makanan yang mudah diserap, seperti susu.

Kedua, menu berbuka. Menjelang berbuka, tubuh kita mengalami penurunan gula darah. Sehingga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi kurma dan buah-buahan secara tidak berlebihan. Dengan mengkonsumsi gula alami, lansia akan turut mengkonsumsi serat, vitamin, dan mineral yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Apabila Selera Makan Lansia Sirna

Setelah itu dapat dilanjutkan untuk makan malam dengan menu bergizi seimbang dengan pemenuhan cukup karbohidrat, sayur, protein seperti dada ayam, ikan, dan daging merah, dapat ditambahkan juga kacang-kacangan seperti tempe dan tahu.

Mengkonsumsi Cukup Air Putih

Kecukupan air putih bagi tubuh sangat penting. Namun lanjut usia tidak dianjurkan untuk minum air putih lebih dari dua liter per hari. Adapun anjuran asupan air putih bagi lansia maksimal 1,5 liter dan minimal 1 liter. Ketika asupan air putih berlebih pada tubuh lansia, hal tersebut dapat mengurangi kadar natrium sehingga dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

Olahraga  

Meskipun menjalankan ibadah puasa, jika kondisi lansia sehat, maka wajib melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga sesuai batas kemampuan dengan prinsip tidak boleh sampai merasa kelelahan. Olahraga penting dilakukan karena dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif, koordinasi tubuh, dan menjaga kebugaran tubuh.

Adapun olahraga yang dianjurkan bagi lansia adalah olahraga dengan intensitas rendah. Olahraga yang aman bagi lansia antara lain berjalan kaki, berenang, dan senam. Waktu yang tepat untuk berolahraga pada saat puasa adalah 1-2 jam sebelum berbuka puasa. Olahraga dapat dilakukan 3 kali dalam seminggu.

Kuantitas dan Kualitas Tidur

Waktu yang disarankan bagi lansia dalam memenuhi jam tidurnya kurang lebih yaitu 7-8 jam dalam sehari. Waktu tidur tersebut sebaiknya terpenuhi. Apabila jam tidur lansia tidak terpenuhi sesuai anjuran, maka dapat menyebabkan penurunan sistem imun tubuh.

Periksan Kesehatan Secara Rutin dan Terjadwal

Sangat dianjurkan untuk melakukan cek kesehatan sebelum melaksanakan puasa guna mengetahui apakah kondisi lansia tersebut mampu untuk melaksanakan puasa. Cek kesehatan secara rutin dan terjadwal merupakan usaha dalam mengontrol dan mengetahui kondisi kesehatan tubuh, sehingga dengan begitu dapat mengantisipasi dan mencegah terkenanya suatu penyakit.

* DIV Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta

Related posts
Berita

Muhammadiyah-Aisyiyah Punya Potensi Wujudkan Kehidupan Ramah Lansia

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Ketika bicara tentang lansia (lanjut usia), jangan hanya fokus pada lansia saja. Kehidupan lansia hari ini adalah kehidupan…
Kesehatan

Tips Puasa Ramadhan bagi Penderita Diabetes

Oleh: Anjar Nurrohmah* Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dilakukan bagi orang-orang beriman. Bila tidak ada hambatan dari sisi fisik, tentunya setiap…
Gaya Hidup

Olahraga yang Cocok Saat Puasa

Oleh: Dika Rizki Imania* Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim, bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat…

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.