TK ABA: Solusi Kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini

Liputan 13 Feb 2020 0 61x

Pertumbuhan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal dan keberlanjutannya hingga 100 tahun sejak berdiri, menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini yang diselenggarakan ‘Aisyiyah menjadi kebutuhan masyarakat luas. Muatan kurikulum al–Islam dan Kemuhammadiyahan/Keaisyiyahan menjadi ciri khas keunggulan yang membedakan dengan sekolah lainnya di samping ketersediaan sarana prasarana yang menjadi faktor pendukung kelancaran pembelajaran. “Pertumbuhan itu menjadi cerminan tingkat kepuasan orang tua terhadap program pendidikan yang ditawarkan oleh TK ABA,” ungkap Chandrawaty, Wakil Ketua Majelis Pendidikan dan Menengah PP ‘Aisyiyah.

Chandrawaty, Wakil Ketua Majelis Pendidikan dan Menengah PP ‘Aisyiyah.
TK ABA: Solusi Kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini

Peran TK ABA di Abad Kedua

Abad kedua adalah momentum bagi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal untuk membenahi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang unggul dan memiliki daya saing global. Oleh karena itu, menurut perempuan yang akrab dipanggil Chandra, ‘Aisyiyah dapat menganalisis dan memproyeksikan tantangan dan peluang di masa depan sehingga upaya mencapai keunggulan dan daya saing global tercapai dengan program yang terencana, terarah, dan terukur. “Jangan mengharapkan bantuan dari orang lain, kalau dari diri sendiri belum ada kemauan untuk melakukan. Hal itu bisa diwujudkan dengan kesungguhan dan berjamaah,” tegas Chandra, sambil menyi-tir Q.S. as-Shaff : 4 tentang pentingnya upaya kolektif dan terorganisir dalam Islam.

Pengajar UHAMKA tersebut meng-ungkapkan, ke depan dibutuhkan orang-orang dengan kemampuan problem solving atau menyelesaikan masalah dengan baik, interaksi sosial, keterampilan berpikir, dan kemampuan untuk memahami kondisi dan perubahan. Sehingga, diharapkan TK ABA dapat menumbuhkan anak-anak dengan kapasitas dan kemampuan tersebut. Selain itu, Chandra juga menyebutkan tentang adanya perubahan paradigma pendidikan, semula pendidikan dilakukan di ruang tertutup sedangkan kini pendidikan dapat dilakukan di ruang terbuka atau bahkan di mana saja.

Di era digital saat ini, terang Chandra, sudah banyak start up yang menawarkan jasa pendidikan online. Hal tersebut menurutnya menjadi tantangan baru bagi TK ABA ke depan agar TK ABA dapat mengikuti perkembangan zaman. Ke depan, belajar dapat dilakukan bersama-sama atau berkolaborasi atau tidak secara individual semata. Pembelajaran juga dapat dilakukan tanpa menggunakan kertas lagi, tidak melulu bersama guru namun dapat dilakukan secara mandiri dengan mencari info sebanyak-banyaknya dari internet. Pembelajaran di waktu yang telah ditentukan dapat bergeser ke waktu yang ditentukan sendiri.

Oleh karena itu, Chandra meng-ungkapkan perlunya refleksi untuk melakukan terobosan ke depan, baik itu langkah strategis sebagai kebutuhan masa kini maupun orientasi ke depan. Ia berharap, TK ABA dapat secara kreatif mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki; inovatif dengan melakukan pembaharuan sistem pendidikan serta terobosan lain yang berbeda dari sekolah yang ada. Lebih lanjut, Chandra mengingatkan agar TK ABA pada abad kedua ini tetap menjadi solusi bagi kebutuhan pendidikan umat manusia.

Menurut Chandra, usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh para pimpinan TK ABA antara lain dengan memilih sumber daya manusia yang berkompeten dari sisi akademik maupun lainnya.  Selain itu, tambahnya, TK ABA juga perlu memikirkan sumber daya manusia yang menguasai bahasa asing atau pembelajaran bahasa asing, serta menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun teknologi informasi. TK ABA, tambah Chandra, juga perlu menjalin kerjasama dan berjejaring dengan banyak pihak demi keberlangsungan TK ABA ke depan.

Sedangkan terkait keunggulan pembeda TK ABA dengan TK yang lain, ia menyarankan agar dilakukan reformulasi kurikulum pendidikan untuk anak usia dini yang adaptif dengan perkembangan dan kemajuan zaman tetapi juga solutif dan antisipatif terhadap dampak-dampak negatif dari revolusi industri 4.0. Kemajuan pendidikan, dalam pandangan Chandra, harus terus digalakkan oleh TK ABA tanpa mengesampingkan ciri khasnya sejak awal berdiri. “Pendidikan utama yang diberikan kepada anak-anak di TK ABA, yaitu penanaman empat unsur fundamental dalam ajaran Islam yaitu, akidah, ibadah, akhlakul karimah, dan muamalah,” pungkasnya. (SRD) 

Baca selengkapnya di Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 10 Oktober 2019, Rubrik Liputan Utama , hal 12-13

Sumber Foto :

http://www.aisyiyah.or.id/id/berita/peringati-1-abad-tk-aba-aisyiyah-yogyakarta-gelar-apel-milad.html

Leave a Reply