Training of Trainer (ToT) Penggiat Anti Narkoba PW ‘Aisyiyah Aceh

Berita 3 Jun 2021 0 49x
ToT PW Aisyiyah Aceh

ToT PW Aisyiyah Aceh

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Rabu (02/06), Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sementara sebanyak 1.1 juta para penggunanya berada di usia produktif (usia 10-59 tahun).

Aceh menempati peringkat ke enam secara nasional terkait prevalensi jumlah penyalahgunaan narkoba, yakni mencapai 82 ribu lebih atau 2.8 persen dari jumlah penduduk Aceh dengan rata-rata pengguna 10-15 orang per-gampong di Aceh.

Tingginya kasus di Aceh disebabkan karena luasnya wilayah Aceh, serta lokasi Aceh yang dekat dengan Sumatera Utara yang merupakan peringkat pertama prevalensi jumlah penyalahgunaan narkoba.

Ketua Majelis Kesehatan PW ‘Aisyiyah Aceh Lilis Suryani mengatakan bahwa dalam rangka memperingati milad ‘Aisyiyah ke-104, anggota ‘Aisyiyah dituntut untuk melakukan langkah strategis dengan menggerakkan seluruh potensi organisasi dan sumber daya insani, baik pimpinan, kader, anggota, serta amal-amal usaha ‘Aisyiyah. Mereka diharapkan mengambil peran aktif dalam usaha-usaha dakwah dengan gerakan merawat persatuan dan menebar kebaikan untuk mengatasi berbagai permasalahan umat dan bangsa ini.

Baca Juga

Percepat Target Vaksinasi, MCCC Minta Kemenkes Percayakan kepada 115 RS Muhammadiyah di Seluruh Indonesia

Eulisa Fajriana selaku Wakil Ketua PW ‘Aisyiyah Aceh dan Koordinator Majelis Kesehatan  dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka mewujudkan niat suci tersebut, melalui Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS), ‘Aisyiyah ingin menebar kebaikan melalui Majelis Kesehatan PW ‘Aisyiyah Aceh dengan melakukan pelatihan bagi pengurus dan anggota ‘Aisyiyah. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PWA Aceh dan BNN Aceh serta STIKES Muhammadiyah Banda Aceh yang bertujuan menyiapkan anggota ‘Aisyiyah sebagai penggiat anti narkoba, meningkatkan pengetahuan warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah Aceh tentang bahaya narkoba, dan mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba di Aceh.

Sebagai penggiat anti narkoba, peserta diharapkan dapat menjalankan fungsi sebagai penyuluh kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, sebagai konsultan, dan pendamping pecandu dan keluarganya, sebagai penggalang laporan masyarakat melalui saluran pelaporan yang aman dan tidak terindiksi sindikat narkoba, serta sebagai fasilitator dalam kegiatan #StopNarkoba.

Menurut Efrar Khalid Hanas, karakter penggiat anti narkoba harus dibangun secara berdaya dan handal dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan kata kunci utama adalah membangun integritas dan kompetensi penggiat.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline pada hari Rabu, 2 Juni 2021 di STIKES Muhammadiyah Banda Aceh yang juga diikuti oleh anggota ‘Aisyiyah dan masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara pencegahan dan upaya penanggulangan narkoba. (Agusnaidi B/sb)

Tinggalkan Balasan