Transformasi Suara ‘Aisyiyah di Era Media Baru

Berita 11 Jul 2020 0 132x

Yogyakarta, Suara ‘Asiyiyah- 97 tahun telah berlalu, disamping terus menerbitkan majalah dalam bentuk cetak, Suara ‘Aisyiyah kini hadir dengan wajah baru dalam bentuk website dan aplikasi. Dalam launching sekaligus seminar daring “Arah dan Tantangan Media Dakwah di Era Virtual” pada Sabtu (11/7) Siti Noordjannah Djohantini, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah memberikan apresiasi kepada teman-teman Suara ‘Aisyiyah yang telah berikhtiar dalam memastikan Suara ‘Aisyiyah tetap dicintai. Sehingga, adanya acara ini menjadi penting, dalam menggali dan memberi masukan dalam pengembangan Suara ‘Aisyiyah ke depan.

Suara ‘Aisyiyah sebagai salah satu media dakwah yang dimiliki oleh persyarikatan dianggap penting keberadaannya. Seperti persyarikatan memaknai kemuliaan antara laki-laki maupun perempuan, keinginan untuk memajukan laki-laki maupun perempuan, begitupun dalam memandang Suara ‘Aisyiyah sebagai media, di samping adanya Suara Muhammadiyah.

“Sehingga, bertahannya Suara ‘Aisyiyah hingga kini, kita tetap harus mempertahankan pesan awal berdirinya sebagai misi Islam berkemajuan, misi perempuan berkemajuan dan kesejahteraan umat manusia universal,” tegasnya. 

Selanjutnya, dalam arahannya Noordjannah mengungkapkan, ada yang menarik saat Siti Hayinah sedang berikhtiar dalam memajukan Suara ‘Aisyiyah  dengan cara yang cukup provokatif ‘Kalau memang Suara ‘Aisyiyah tidak dipandang penting, ayo kita bunuh, kita matikan saja’. Namun kenyataannya, hingga sekarang majalah Suara ‘Aisyiyah tetap dipandang penting, dan tidak ada yang mau membunuh. Bahkan, semua berikhtiar menjadikannya sebagai media dakwah. 

Terakhir, Ketua Umum PPA ini menyampaikan, “Belum sah menjadi warga ‘Aisyiyah, jika belum rutin membaca Suara ‘Aisyiyah, mengingat di dalamnya berisikan pedoman dan keputusan organisasi ‘Aisyiyah,” Sehingga, dalam kesempatan ini, semoga Suara ‘Aisyiyah  akan membawa dampak positif yang luas, sebagaimana keteladanan dan, kesungguhan Suara ‘Aisyiyah di era awal, tutur Noordjannah. 

Disamping itu, dalam keynote speechnya Haedar Nashir menyampaikan dalam rentang perjalanan yang cukup panjang, Suara ‘Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam Berkemajuan.

“Program digital ini merupakan sebuah ikhtiar dalam merawat sejarah, tentu hal ini menjadi inspirasi dan spirit baru yang akan terus menyala. Sehingga menjadi corong atau pusat informasi umat,” imbuh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam konteks web sendiri ungkap Haedar, bukan mengenai teknis atu skill semata namun diperlukan visi, pengetahuan, perspektif dan manajemen yang mumpuni pula. Bahkan, Melihat tantangan saat ini, Suara ‘Aisyiyah mesti hadir dengan performa dan ini pesan berkemajuan. Bila perlu menampilkan sosok lama seperti Siti Hayinah dan lainnya dengan wajah baru dengan narasi anak muda. (Gustin Juna)

Download pemateri 1

Download pemateri 2

Download pemateri 3

 

Leave a Reply