Tuntunan Ibadah Ramadhan: Suami Membayar Hutang Puasa Istri, Bolehkah?

Keagamaan Konsultasi 24 Apr 2021 2 61x
Tuntunan Ibadah Ramadhan Muhammadiyah-'Aisyiyah

Tuntunan Ibadah Ramadhan Muhammadiyah-‘Aisyiyah

Pertanyaan:

Bolehkah seorang suami membayar hutang puasa istri yang sedang menyusui karena mempertimbangkan kesehatan istri dan anaknya?

Jawaban:

Di dalam al-Quran, Allah swt. menjelaskan bahwa ada dua kelompok yang diberi keringanan untuk meninggalkan puasa Ramadhan. Pertama, orang yang bepergian atau sakit. Bagi kelompok ini, diwajibkan mengganti puasa pada hari-hari berikutnya setelah bulan Ramadhan sebanyak jumlah hari yang ia tinggalkan. Kedua, orang yang tidak mampu puasa karena terlalu lemah fisiknya atau sedang mengerjakan pekerjaan berat. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah perempuan yang hamil atau menyusui. Mereka diwajibkan membayar fidyah.

Pendapat ini didasarkan pada QS. al-Baqarah [2]: 184-185, serta hadits Nabi saw.,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله عز وجل وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة وعن الحبلى والمرضع الصوم (رواه الخمسة)

Artinya, “bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: sesungguhnya Allah swt. telah membebaskan puasa dan separuh salat bagi orang yang sedang bepergian serta membebaskan puasa bagi orang yang hamil dan menyusui,” (HR. al-Khamsah).

Atas dasar itu, maka perempuan yang sedang menyusui boleh tidak puasa dengan catatan harus menggantinya dengan membayar fidyah. Artinya, tidak diperkenankan seorang suami membayar hutang puasa sang istri karena alasan kesehatan istri dan anak. Hal ini juga dikarenakan kewajiban puasa seseorang tidak bisa digantikan oleh orang lain, selagi pihak yang berhutang masih hidup.

Sumber: fatwatarjih.or.id

Baca Juga

Tuntunan Ibadah Ramadhan: Tidak Berpuasa karena Menyusui, Wajib Qadha’ atau Membayar Fidyah?

2 thoughts on “Tuntunan Ibadah Ramadhan: Suami Membayar Hutang Puasa Istri, Bolehkah?”

Tinggalkan Balasan