Berita

UMKU Adakan Pelatihan Perawatan Jenazah

Kudus, Suara ‘Aisiyah  –  Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan pelatihan perawatan jenazah yang diikuti oleh 91 mahasiswa, terdiri dari 60 mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan dan 31 mahasiswa S-1 Farmasi. Pelatihan ini dilakukan secara daring selama 2 (dua) hari, pada Jumat dan Sabtu (4-5/3).

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus  M. Muttaqin menyampaikan materi pelatihan dengan tema “Manajemen Sakarotul Maut dan Perawatan Jenazah”. Materi yang diterima oleh peserta pelatihan adalah menghadapi sakaratul maut, tata cara memandikan jenazah, tata cara mengkafani jenazah, tata cara menyolati jenazah, dan tata cara mengubur jenazah.

Menurut Muttaqin, syarat shalat jenazah adalah: (a) suci dari hadats dan najis, menutup aurat, bersih badan, pakaian dan tempat serta menghadap kiblat; (b) jenazah sudah dalam keadaan dimandikan dan dikafani; (c) letak jenazah di sebelah kiblat orang yang mensslati, kecuali salat ghaib atau salat jenazah di atas kuburan.

Lebih lanjut, Muttaqin menjelaskan mengenair rukun salat jenazah, yaitu: niat, berdiri jika mampu, membaca surat al Fatihah sesudah takbir pertama, membaca Sholawat Nabi sesudah takbir kedua, mendoakan jenazah setelah takbir ketiga, mendoakan yang ditinggalkan setelah takbir keempat, dan salam.

Baca Juga: Memerdekakan Jiwa dengan Tauhid

Muttaqin juga menjelaskan, sebelum melaksanakan salat jenazah, diperlukan langkah-langkah pra-salat jenazah berikut: sesudah dimandikan dan dikafani, bujurkan jenazah tersebut ke utara (kepala di sebelah utara, kaki di sebelah selatan), diusahakan sedapat mungkin disalatkan berjamaah, shaf (barisan) diatur tiga shaf atau lebih, imam berdiri menghadap kiblat; ketika mensalati jenazah laki-laki, imam berdiri di dekat kepala jenazah; adapun ketika mensalati jenazah perempuan, imam berdiri di tengah badan jenazah (pusar), dan jangan mensalatkan pada waktu matahari terbit, tengah hari, dan pada waktu terbenam.

Terakhir, Muttaqin menjelaskan bahwa ketika membuat lubang kubur, hendaknya diperhatikan kedalamannya, yaitu setinggi dada orang dewasa atau tidak sampai tercium bau busuk dan tidak dapat di korek oleh binatang buas. Kemudian dalam lubang kubur tersebut di arah sebelah kiblat dibuat liang lahat, sesuai sabda Rasululah saw. (yang artinya) “buatkanlah olehmu lubang lahat untukku dan pasanglah di atasku batu bata sebagaimana dibuat pada kubur Rasulullah saw.” (H.R. Imam Ahmad dan Imam Muslim). (Supardi/sb)

Related posts
Berita

Pengajian UMKU, Arah Gerak AUM Diharap Selaras dengan Tujuan Persyarikatan

Kudus, Suara ‘Aisyiyah – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar pengajian rutin setiap Senin. Pekan ini, pengajian diadakan secara daring pada (14/3) dengan…
Berita

PRM Gombara Gelar Praktik Perawatan Jenazah

Makassar, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gombara, Cabang Biringkanaya, Kota Makassar menggelar pengajian bulanan yang kali ini dikemas dalam bentuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.