UMM, Satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta dalam Program PRN

Berita 14 Jul 2020 0 65x

Prof. Dr. Indah Prihantini, salah satu dosen UMM yang mendapatkan dana riset dari Kemenkeu RI melalui program PR. Foto: Antara

Malang, Suara ‘Aisyiyah- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang mendapatkan dana Prioritas Riset Nasional (PRN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal tersebut dikatakan Yus Mochamad Cholily, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM, dilansir dari Medcom pada Senin (13/7). “Ada tujuh perguruan tinggi yang diamanahi mengerjakan program PRN ini, di antaranya IPB University, Universitas Brawijaya, dan Universitas Airlangga. UMM merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta yang mendapatkan dana tersebut,” kata Yus.

PRN sendiri merupakan program di bawah koordinasi Kementerian Pertanian dan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional. Program ini juga mendanai riset yang dilakukan dosen UMM.

Indah Prihantini, Guru Besar bidang Nutrisi dan Ternak Organik UMM, sebagai salah satu dosen penerima dana PRN melakukan riset berjudul “Perakitan Teknologi Pupuk Hayati Plis untuk  Padi Super dan Eksotis.” Tujuan penelitian terkait pupuk tersebut, kata dia, menghasilkan produk pupuk hayati spesifik untuk padi produksi tinggi, tahan penyakit dan ramah lingkungan.

“Luarannya adalah produk komersial pupuk hayati spesifik untuk padi yang tersertifikasi organik dan terdaftar di Kementerian Pertanian serta E-Catalog Indonesia, sehingga bisa diedarkan secara nasional,” kata Indah.

Kegiatan riset tersebut, lanjut Indah rencananya dilakukan selama lima tahun. Kegiatan riset ini akan bekerja sama dengan industri untuk produksi skala industri dan distributor untuk pemasaran, baik lokal, regional maupun nasional.

Menurut Indah, produk yang akan dikembangkan adalah prototipe yang dari penelitian yang dilakukan sejak 20 tahun terakhir. Produk disebut sudah dimanfaatkan petani padi di beberapa wilayah di Tanah Air. Keunggulan produk yang dihasilkan dari penelitian ini, kata Indah, mempunyai lima fungsi dalam satu produk, yaitu sebagai pembenah tanah, pupuk hayati, nutrisi organik, bioproteksi dan biosafety.

Riset dosen UMM lain yang juga mendapat pendaan dari pemerintah melalui PRN yaitu Ali Ikhwan. Judul risetnya, “Produk dan Teknologi Pupuk Hayati Plus untuk Poduk Jagung Tinggi dan Tahan Penyakit pada Lahan Kering.”

Selanjutnya, riset dari Listiari Hendraningsih dengan judul “Perakitan Pakan Fungsional Sapi Potong POGASI sesuai Status Reproduksi”, dan riset Abdul Malik dengan judul “Bibit Unggul Ayam Lokal dengan Keunggulan Produksi Tinggi dan Tahan Penyakit.”

Sementara itu, FPP UMM saat ini juga sedang mengembangkan model integrated farming dan fokus pada upaya mengajak generasi muda untuk cinta pertanian melalui konsep petani milenial.

Sumber: medcom.id

Leave a Reply