Upaya Kurangi Sampah Warnai Jambore Nasional ‘Aisyiyah

Berita 7 Jul 2019 0 47x

Tawangmangu, Jawa Tengah, Suara ‘Aisyiyah- Kurangi risiko terjadinya bencana, LLHPB ‘Aisyiyah Jawa Tengah bekerja sama dengan Muhammadiyah melakukan gerakan peduli lingkungan dengan pengurangan sampah. Gerakan pengurangan sampah sendiri telah dilakukan dalam Jambore Nasional bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Jawa Tengah Tangguh Bencana”, di bumi perkemahan Tawangmangu, Jawa Tengah (07/2019).  Kegiatan yang dilakukan LLHPB ‘Aisyiyah Jawa Tengah bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Sebagai upaya pengurangan sampah, dalam Jambore tersebut, Direktorat Penge-lolaan Sampah membagikan tas kantong belanja yang dapat dipergunakan berulangkali kepada peserta. Selain itu, selama dua hari jambore berlangsung, peserta membatasi produksi sampah plastik dengan cara makan menggunakan model prasmanan dan kemasan dibungkus daun pisang sehingga tidak memakai plastik maupun kardus. Demikian halnya penyediaan air minum menggunakan peralatan isi ulang. Tak hanya itu, Jambore pun ditutup dengan memberikan bantuan bibit  keras kepada 629 peserta untuk ditanam di lingkungannya masing-masing.

Perempuan, dinilai, memiliki andil besar dalam mengurangi produk sampah plastik dan menjaga lingkungan sehingga dapat  berkontribusi dalam mitigasi bencana alam. Hal tersebut mengemuka dalam workshop “Pelestarian Lingkungan Hidup dan Siap untuk Selamat” yang diselenggarakan dalam jambore nasional. Rahmawati Husain, MDMC PP Muhammadiyah sekaligus LLHPB PP ‘Aisyiyah menyampaikan pesan tentang pentingnya penyelamatan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana. Rahmawati menambahkan, Indonesia termasuk wilayah yang rentan dengan bencana hidromitologis terkait dengan iklim seperti hujan dan bencana longsor sehingga dapat diupayakan konservasi lingkungan melalui pengelolaan tata lahan dan pembersihan sampah. 

Perihal sampah, Ari Sugasri, Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang Direktorat Pengelolaan Sampah  Kementerian LHK, mengungkapkan, “Hampir 80 juta ton sampah di Indonesia, 62 Juta ton sampah organic dari dapur, dan 15 % di antaranya tidak dapat diurai karena sampah plastik sehingga Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik di dunia.” Oleh karena itu, ia mengajak ‘Aisyiyah melakukan gerakan perangi sampah plastic antara lain dengan  sistem composting, “Pasti ibu-ibu ‘Aisyiyah bisa,” tantangnya.(Shoka)

Leave a Reply