Berita

UU TPKS Disahkan, Aisyiyah: Kerja Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Belum Berakhir

Ilustrasi Kekerasan Seksual
Ilustrasi Kekerasan Seksual

Ilustrasi Kekerasan Seksual (foto: freepik.com)

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Dalam Rapat Paripurna DPR RI (12/4), Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) resmi disahkan. Disahkannya UU TPKS ini, menurut Tri Hastuti, akan memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan seksual. “Selama ini payung hukum yang memang betul-betul melindungi korban kekerasan seksual secara jelas dan adil itu memang belum tersedia,” terangnya, Rabu (13/4).

Sekretaris PP ‘Aisyiyah itu mengatakan bahwa UU TPKS kini telah menjadi payung hukum dan akan lebih mendukung bagi upaya melindungi hak-hak korban kekerasan seksual.  UU TPKS ini, lanjut dia, baik dari sisi pendampingan, restitusi, rehabilitasi, maupun pemulihan secara jelas semakin menguatkan perlindungan kepada korban-koban kekerasan seksual.

Sebelum disahkan, ‘Aisyiyah turut mengawal proses penyusunan RUU TPKS ini. Tri menerangkan bahwa ‘Aisyiyah secara intens melakukan pembahasan draft RUU TPKS ini.  “Sejak awal RUU TPKS muncul, hingga satu tahun terakhir ‘Aisyiyah membahas mulai dari pasal per pasal kemudian landasan sosiologisnya, tinjauan akademisnya. Semua sisi kita pelajari, kemudian dari situ kita memberikan masukan terhadap pasal-pasal yang ada di draft RUU TPKS,” ujarnya.

Ia menyampaikan beberapa masukan yang disusun oleh ‘Aisyiyah, mulai dari definisi, rehabilitasi, restitusi, termasuk bagaimana pelaporan yang tidak dibatasi waktu, serta peran aktif Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. “Itu menjadi beberapa usulan kami beserta banyak catatan lain yang kami berikan dalam rangka menguatkan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual,” imbuh Tri.

Terkait beberapa masukan dari ‘Aisyiyah tersebut, Tri menyebut bawa usulan telah disampaikan secara tertulis kepada pihak legislatif maupun eksekutif. Masukan-masukan tersebut, menurut Tri, sudah diterima oleh para pihak yang terkait dan mendapatkan respons positif. Masukan ‘Aisyiyah ini disebut sebagai gong atas berbagai masukan bagi RUU TPKS.

Baca Juga: Muhammadiyah-Aisyiyah Tegaskan Berpihak pada Penanganan Kekerasan Seksual

Tri berharap dengan disahkannya UU TPKS ini akan menimbulkan efek jera bagi pelaku kekerasan seksual serta memaksimalkan perlindungan kepada para korban kekerasan seksual. Namun demikian, ia menekankan, disahkannya UU TPKS ini bukan berarti kerja-kerja untuk penanganan dan pencegahan kekerasan seksual berakhir.

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muslim berkemajuan sejak awal berdirinya telah menunjukkan komitmen terhadap pencegahan kekerasan seksual. “Saat ini ‘Aisyiyah telah memiliki 31 Posbakum untuk melakukan pendampingan kepada korban, baik secara litigasi maupun non litigasi, selain itu juga peran edukasi, dan peran pencegahan. Semua itu akan semakin kuat dengan adanya payung hukum UU TPKS ini,” papar Tri.

Ke depan, ‘Aisyiyah melalui paralegalnya akan turut mensosialisasikan UU TPKS ini, agar masyarakat memahaminya. Menurutnya, salah satu problem UU setelah disahkan adalah terkait sosialisasi. Oleh karena itu, ‘Aisyiyah akan mengambil peran untuk melakukan sosisalisasi bahwa Indonesia sudah punya payung hukumnya untuk pencegahan dan perlindungan kekerasan seksual. (suri/sb)

Related posts
Tokoh

Siti Aisyah dalam Riwayat Kepemimpinan Aisyiyah

Oleh: Muarif “…bukan Muhammadijah jang menghadjatkan kepada kita, tetapi kitalah jang menghadjatkan akan hidup suburnja Muhammadijah…” (Siti Aisyah). Pesan Siti Aisyah, salah…
Liputan

Perluas Segmen Jamaah Pengajian untuk Menebar Kebermanfaatan Aisyiyah

Chalifah, Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, mengakui tidak mudah merangkul semua segmen dalam satu pengajian. Oleh karena itu, ungkapnya saat diwawancara Suara…
Berita

Ini Tiga Langkah Strategis Mendorong Perempuan Terjun ke Bidang Iptek

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Siti Zuhro, Peneliti Bidang Perkembangan Politik Lokal Badan Riset dan Inovasi Nasional menyampaikan bahwa prospek perempuan dalam bidang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.